AS Mundur dari Kesepakatan Iklim Paris

7
Ilustrasi: Standard

SERIKATNEWS.COM – Amerika Serikat (AS) secara resmi telah memberitahukan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bahwa negara itu mundur dari kesepakatan iklim Paris tahun 2015.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebutnya sebagai langkah resmi pertama setelah proses satu tahun untuk keluar dari pakta global melawan perubahan iklim.

AS sebagai salah satu sumber terbesar dunia untuk emisi gas rumah kaca akan menjadi satu-satunya negara yang meninggalkan pakta tersebut. Keputusan unilateral (sepihak) AS ini disebut Trump akan meningkatkan industri minyak, gas, dan batu bara negara itu.

Pompeo membesar-besarkan pemotongan polusi karbon oleh AS, serta menyebut kesepakatan Paris sebagai “beban ekonomi yang tidak adil” bagi ekonomi AS.

Surat resmi dari Kementerian Luar Negeri AS kepada Sekjen PBB Antonio Guterres itu memulai waktu untuk proses yang baru bisa diselesaikan satu hari setelah pemilihan presiden AS pada 4 November 2020.

Hampir 200 negara menandatangani kesepakatan iklim dengan setiap negara memberikan targetnya masing-masing untuk mengekang emisi gas yang membawa kepada perubahan iklim.

Pemerintahan AS di bawah mantan presiden Barack Obama menandatangani kesepakatan Paris, dengan menjanjikan 26-28 persen pemotongan emisi gas rumah kaca di AS pada 2030 dari tingkat emisi tahun 2005.

Sumber: Berita Satu

Baca Juga:  Ketua MPR: Mari Saling Merangkul Saudara-Saudara Kita Yang Ada Di Belahan Timur Indonesia