SERIKATNEWS.COM – Es cendol dawet merupakan minuman yang tak pernah lekang oleh zaman. Minuman ini mudah ditemukan di mana-mana.
Menurut laporan CNN Indonesia, Rabu (08/02/2023), cendol tercatat dalam buku Serat Centhini yang terbit pada tahun 1814 dan dalam Kamus Besar Bahasa Belanda yang terbit di Hindia Belanda pada abad 19 dengan nama “tjendol of dawet”.
Kedua catatan tersebut menunjukkan bahwa minuman manis ini telah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Lebih tepatnya, menurut laporan yang sama, cendol ada sejak zaman Kerajaan Majapahit ketika peperangan sedang berlangsung di Kadipaten Paranggaruda, Kadipaten Carangsoka, dan Kadipaten Majasem.
Carangsoka yang berhasil mengalahkan Paranggaruda kemudian mengutus Raden Kembang Jaya untuk berjaga di wilayah perbatasan. Raden Kembang Jaya lalu mencari tempat untuk pos penjagaan. Di tengah kelelahannya tersebut, seorang penjual minuman menghampirinya. Sang Raden merasakan kenikmatan minuman tersebut.
Begitu pun di Jawa Timur, Warok Suromenggolo, tokoh publik Ponorogo, tengah beristirahat di Desa Jabung setelah perang. Warok bertemu dengan penjual minuman yang berhasil menghilangkan dahaganya. Konon, dia berkata bahwa “siapa saja warga desa yang mau garap dawet, maka akan makmur.”
Saat ini es cendol dawet punya beragam rasa. Adapun varian sajian es cendol dawet meliputi es dawet cincau, es dawet siwalan, es dawet susu durian, es dawet kacang merah, es dawet susu gula aren.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...