SERIKATNEWS.COM – Kehidupan memang tidak selalu berjalan mudah. Liku-liku yang tidak pernah usai membuat kita harus bisa bertahan di tengah kesulitan yang tak kunjung reda. Tidak apa-apa jatuh berkali-kali asal tidak pernah menyerah. Tidak apa-apa terpuruk berkali-kali asal tidak berhenti. Itulah yang dikatakan pebisnis muda bernama Eka Putri Aprilia asal Nganjuk Jawa Timur. Eka adalah pebisnis muda lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2020.
Berawal dari keharusan membiayai sendiri kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah, Eka terpaksa terjun ke dunia bisnis sejak masih duduk di bangku kuliah. “Saya mulai dari jualan pulsa tapi masih belum bisa memenuhi kebutuhan sehari hari dan kebutuhan kuliah. Jadi, saya jualan sepatu original juga. Ditambah saya juga jualan hijab lalu terakhir di peternakan ayam,” papar perempuan kelahiran 1997 itu.
Semangat Eka dalam berbisnis sudah tertanam sejak duduk di bangku perkuliahan. Hal ini membuat Eka merasa yakin untuk terus menekuni bisnis setelah lulus kuliah. “Setelah lulus saya masih bergelut di peternakan ayam, tapi bukannya untung malah buntung. Jadi, saya banting setir membuka usaha di bidang makanan kripik usus yang alhamdulillah sekarang sudah diterima pemasarannya di swalayan,” tambah Eka, Senin 01 November 2021.
Produk Kripik Usus hasil produksi Eka Putri Aprilia
Tekad yang kuat dan juga keinginan untuk berhasil di bidang kuliner membuat Eka tidak menyerah meskipun terjatuh berkali-kali. Banyak hal sudah Eka lakukan untuk terus bisa berkembang di bidang kuliner. “Karena gak cukup hanya menjadi produsen kripik usus, saya buka streetfood Hokkota. Memang tidak mudah ya, jatuh bangun saya bangun bisnis ini, pendapat tidak stabil, tapi ya alhamdulillah sekarang sudah mulai lancar. Asal kita tekun dan tidak mudah menyerah,” cerita Eka dengan wajah bangganya.
Menu Sreetfood Hokkota Eka Putri Aprilia
Usaha yang dilakukan Eka tidak sampai di sana. Dia juga mengikuti komunitas-komunitas UMKM untuk lebih mengasah kemampuannya dalam berbisnis dan juga menambah banyak relasi. Melihat langsung proses bisnis rekan-rekan di komunitas UMKM membuatnya semakin bersemangat untuk terus mengembangkan bisnis di bidang kuliner. “Saya sekarang sedang fokus buka usaha Njawi Catering, sekarang fokusnya masih ke anak-anak sekolah, ke depannya mungkin nanti mau mencoba menjalin kerja sama dengan WO supaya bisa menjadi vendor,” ungkap Eka yang kini masih berusia 24 tahun.
Semakin luas langkah yang diambil Eka juga semakin besar risiko yang dihadapinya. Hal itu tidak membuat seorang Eka gentar dalam menjalani bisnis yang sedang ditekuninya. Semangat muda membuat Eka tidak tanggung-tanggung dalam terjun ke dunia bisnis. “Saya nyaman di sini. Saya merasa ini adalah diri saya. Jadi, tidak tanggung-tanggung saya juga punya budidaya bawang merah yang sedang saya tekuni saat ini bersama dengan bisnis kuliner saya.”
Usaha budidaya bawang merah milik Eka Putri Aprilia
Apa yang Eka lakukan di usianya yang masih sangat muda bukanlah hal yang mudah. Namun, Eka tidak pernah menyerah. Justru terus berproses. Melihat dari jurusan kuliah yang diambil saat di bangku perkuliahan memang tidak sejalan dengan apa yang ditekuninya saat ini. Namun, itu tidak membuatnya berkecil hati dan merasa minder. “Bukannya tidak mau bekerja sesuai dengan jurusan, tapi saya tidak kuat dengan ritmenya. Mungkin secara mental saya kuat, tapi secara fisik saya tidak kuat kalau harus bekerja di jurnalistik,” ungkapnya.
Menurut Eka, jurusan yang kita ambil tidak menentukan jalan hidup ke depannya. Apa yang membuat nyaman dan kita merasa bisa menjalaninya sepenuh hati. Namun, Eka juga berpesan untuk terus menyelesaikan apa yang sudah dimulai meskipun merasa tidak nyaman berada di dalamnya. “Yang sudah kita mulai harus tetap kita selesaikan dengan baik. Kita harus belajar bertanggung jawab dengan keputusan yang sudah kita ambil. Tidak perlu khawatir karena jalan hidup sudah ada yang mengatur. Kita hanya perlu menjalaninya,” pesan Eka.
DI SEBUAH kota kecil di Cirebon, perjalanan intelektual seorang santri dimulai dari rutinitas pesantren yang sederhana: menghafal kitab, belajar falak,
PROBOLINGGO – Kamal, mantan narapidana kasus terorisme asal Probolinggo, berbagi pesan Ramadan yang menarik perhatian. Ia menegaskan pentingnya menahan diri,
BANDUNG – Perjalanan bisnis Sinta Trisnawati membuktikan bahwa kegigihan dan inovasi dapat mengantarkan seseorang menuju kesuksesan. Bermula dari usaha jasa
PAMEKASAN – Media sosial Pamekasan belakangan diramaikan dengan candaan seputar kemiripan nama antara Wakil Bupati Pamekasan terpilih, H. Sukriyanto, dengan