SERIKATNEWS.COM – Asam urat merupakan penyakit yang bisa menyebabkan gejala nyeri tak tertahankan, dan pembengkakan. Juga adanya rasa panas di area persendian.
Semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat. Namun, sendi yang paling sering terserang adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Asam urat umumnya lebih mudah menyerang mereka yang berusia di atas 30 tahun.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit asam urat. Di antaranya:
- Makan makanan yang berzat purin tinggi yang dikonsumsi, seperti jeroan hewan, hidangan laut, dan daging merah.
- Terlalu banyak mengonsumsi minuman dengan gula tinggi dan minuman beralkohol.
- Menggunakan obat-obatan dengan jenis tertentu, seperti obat pengencer darah, obat penghambat enzim, dan obat-obatan kemoterapi.
- Memiliki riwayat penyakit asam urat pada anggota keluarga.
Mengobati Secara Alami
Cara mengobatinya tak melulu membutuhkan obat. Terdapat cara mengatasi asam urat secara alami.
Menurut spesialis penyakit dalam, dr. Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein, SpPD, FINASIM, FAC, salah satunya dengan teknik pengompresan menggunakan air dingin.
“Salah satu yang bisa dilakukan di rumah, mengompres di luar tata laksana obat. Beberapa panduan sarankan dengan kompres dingin untuk mengurangi nyeri,” ungkap Fariz dalam program Hidup Sehat TvOne, Selasa 18 Januari 2022.
Nemun Fariz mengingatkan, untuk beberapa kondisi sebaiknya masyarakat melakukan kontrol ke dokter terutama mereka yang mengalami serangan pertama. Atau mereka yang sudah dua hari tidak pulih.
Selain itu, Fariz juga mengungkap bahwa mengonsumsi air mineral juga bisa mencegah asam urat.
“Minum air yang banyak karena kadar asam urat, misalnya dalam satu wadah, alau 10 sentimeter diameter, tinggi air 12 sentimeter untuk menguranginya ya dengan mengonsumsi air mineral. Untuk konsumsi air mineral, dewasa dianjurkan 2,5-3 liter per hari umum dianjurkan,” ujar Fariz.
Bagi yang memiliki asam urat tidak disarankan untuk melakukan pemijatan di area yang mengalami pembengkakan. Karena, bila dilakukan pemijatan bisa menyebabkan penyebaran.
“Tidak disarankan. Pada serangan, sel radang sedang aktif. Kalau pijat membuat penyebaran di sendi. Kalau mau pijat, kekeraman otot di sekitar daerah nyeri,” katanya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...