Connect with us

Lifestyle

Fenomena Sepeda yang Kian Populer di Berbagai Negara karena Pandemi Covid-19

Published

on

Fenomena Sepeda yang Kian Populer di Berbagai Negara karena Pandemi Covid-19
Ilustrasi Fenomena Bersepeda © Wikimedia

SERIKATNEWS.COM – Warga Negara Prancis kembali belajar mengendarai sepeda karena pandemi Covid-19. Di jalan mulai tampak pemandangan berlalu-lalang masyarakat menggunakan sepeda, seperti di Berlin, Jerman.

Di Filipina, penjualannya pun naik tajam seiring negara tetangga tersebut kembali membolehkan warganya bekerja di luar rumah terhitung pertengahan bulan Mei yang lalu.

Dilansir dari Liputan6, Sabtu (6/6/2020), sepeda juga jadi mode transportasi yang belakangan diandalkan warga Barcelona, Spanyol, untuk beraktivitas di luar rumah, mulai dari bekerja sampai pergi hangout. Hal tersebut juga terjadi di Brooklyn, New York, Amerika Serikat.

Berdasarkan studi terbaru dari Trek Bicycle, sebanyak 85 persen warga Amerika percaya bahwa bersepeda lebih aman daripada menggunakan transportasi umum di masa pandemi. Terlebih lagi, di beberapa wilayah masih ada pembatasan transportasi umum yang membuat waktu perpindahan kian lama.

Apalagi, operasional transportasi umum masih belum melayani sepanjang waktu seperti sebelum adanya pandemi. Dalam beberapa kondisi, pekerjaan mengharuskan pulang terlambat, sementara transportasi umum sudah tidak tersedia sebagaimana biasanya.

Kondisi tersebut mempengaruhi terhadap penjualan sepeda yang menunjukkan kenaikan sangat signifikan di sejumlah negara. Bahkan, kenaikan penjualan mencapai 647 persen di Brooklyn. Sebagai respons, beberapa negara bahkan membuat jalur sepeda baru di seantero kota.

Kota-kota yang kemudian dijuluki New Amsterdam karena menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari ini adalah New York, Berlin, Brussels, Seattle, Lima, Mexico City, Vancouver, Budapest, dan Dublin.

Setidaknya, tempat-tempat itulah yang paling memperlihatkan lonjakan permintaan sepeda dan pemandangannya di seantero kota. Milan telah membuat 22 jalur sepeda baru dan siap beroperasi dalam waktu dekat.

Bogota menambahkan 80 kilometer (km) jalur bersepeda di dalam kota pada Maret 2020. Pada bulan Juni, dilaporkan bahwa Britania Raya akan menyisihkan anggaran dua miliar pound sterling atau setara Rp35 triliun untuk pengadaan jalur sepeda dan perbaikan trotoar.

Baca Juga:  Tips Belanja Online di Tengah Covid-19

Begitu pun di Paris tidak mau ketinggalan, pemerintah menawarkan dana 50 euro atau setara Rp789 ribu per orang untuk memperbaiki kembali sepeda lama mereka. Tujuannya tidak lain kecuali agar masyarakat kembali menikmati perjalanan dengan bersepeda.

Advertisement

Popular