SERIKATNEWS.COM – Forum Pemuda Cendekiawan NU (Forpenu) Jawa Timur menyoroti adanya indikasi penyelewengan jabatan atas kepentingan politik di lingkaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Diduga hal tersebut dilakukan oleh salah satu jabatan kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Jawa Timur.
“Kami menemukan beberapa indikasi penyelewengan penyalahgunaan fasilitas Negara di Pemprov Jatim. Dimana dalam ruangan asisten administrasi umum digunakan untuk membahas kepentingan politik kelompoknya,” ujar Ardi selaku Ketua Umum Forpenu Jatim, Minggu (23/06/2024).
Saat ini, lanjut Ardi, Pemprov Jatim tengah membuka seleksi untuk pengisian jabatan OPD di dilingkaran Pemprov Jatim. Namun, dalam kasus ini ada beberapa anggota pansel yang diduga bermain serong atas kepentingan kelompoknya.
“Salah satunya yang menjadi anggota pansel kepala OPD Pemprov Jatim adalah Prof Mas’ud selaku ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (Isnu) Jatim,” ungkapnya.
Adanya kasus ini dapat menghadirkan konflik kepentingan (conflict of interest). Di mana diketahui ada beberapa anggota aktif ISNU Jatim yang juga turut mengikuti seleksi kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Mereka ialah Nyono sebagai Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, dan Yasin sebagai Kepala Bappeda Prov Jawa Timur.
“Seharusnya PJ Gubernur Jatim mencopot Prof Masud Said sebagai Pansel jabatan OPD Prov Jatim untuk menghindari konflik kepentingan,” tegasnya.
Ardi meminta PJ Gubenur Jawa Timur untuk memberikan sanksi kepada beberapa OPD yang terlibat di dalamnya, terutama kepala Dishub dan asisten administrasi umum.
“Adanya kejadian ini sekelompok LSM Jawa Timur akan mengadukan persoalan ini ke DPRD Jatim dan Komisi ASN, dan Ombudsman,” pungkasnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...