Connect with us

Ekonomi-Politik

Hadar Nafis: Perubahan Sistem Pemilu tidak Menjamin Menghilangkan Politik Uang

Published

on

Ilustrasi: Perludem

SERIKATNEWS.COM – Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menilai perubahan sistem pemilu dari sistem terbuka ke sistem tertutup tidak menjamin dapat menghilangkan praktik politik uang. Menurutnya, salah kaprah bila berpandangan politik uang akan lenyap dengan sistem proporsional tertutup.

“Pandangan dengan sistem tertutup, politik uang akan hilang, saya kira salah kaprah. Jangan-jangan tidak juga menjamin politik uang akan berkurang. Bisa jadi cuma sekedar pindah saja dari pemilih ke pengurus parpol,” ujar Hadar Nafis Gumay, Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Hadar mengatakan bahwa persoalan pemilu termasuk politik uang tidak langsung terkait dengan sistem pemilu. Namun dia menegaskan, persoalan utama dari pemilu justru terletak pada partai politik.

“Demokrasi berbiaya mahal lebih karena pertama ketidakberhasilan parpol mendapatkan keseluruhan calon mereka sendiri cukup berintegritas,” imbuh Hadar Nafis Gumay.

Dia juga mengatakan, kurang mampunya parpol mengontrol dan memastikan para calonnya berpemilu sesuai aturan. Selain itu, sistem pengawasan dan penegakan hukum pemilu yang masih lemah. Ditambah lagi pengaturan dan pertanggungjawaban dana kampanye yang masih longgar.

Menurut Hadar, tidak ada jaminan sama sekali sistem proporsional tertutup dapat mengatasi persoalan permasalahan pemilu di Indonesia. Perubahan sistem pemilu ini hanya menjamin sentralitas dan dominasi pengurus partai akan semakin kuat.

“Repotnya kelemahan sistem tertutup akan muncul. Akuntabilitas wakil rakyat akan lebih kuat ke parpol daripada ke konstituennya atau masyarakat di dapil. Caleg yang disiapkan dan diharapkan terpilih oleh parpol belum tentu menjadi pilihan masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kelemahan lain sistem proporsional tertutup adalah para caleg sulit menjadikan kampanye sebagai ajang menunjukkan kualitas, dan sebaliknya bagi masyarakat sulit mengenal calon wakil rakyat melalui kampanye. Selain itu, parpol cenderung menekankan atau memfokuskan pada isu-isu level parpol.

Baca Juga:  Mendes Pantau Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa di Jambi

“Lalu caleg-caleg di nomor urut bawah cenderung malas berkampanye karena merasa potensi keterpilihan mereka kecil, demikian juga caleg di nomor urut kecil atau atas akan semangat karena potensi keterpilihan mereka lebih besar,” pungkasnya.

Advertisement

Popular