SERIKATNEWS.COM – Director of BDASS Laboratory of SBM ITB, Dr. Eng. Manahan Siallagan mengatakan ada sepuluh masalah yang sering dihadapi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia.
Menurutnya, berdasarkan riset, dari sepuluh masalah tersebut, ada tiga masalah paling utama yang harus segera diatasi, yakni sebagai berikut:
1. Modal insani
Selama ini, UMKM sering menganggap modal berbentuk uang menjadi masalah utama. Padahal dari hasil riset, masalah utama UMKM adalah sumber daya manusia (SDM) atau modal insani. Dengan SDM yang mumpuni, akan tercipta berbagai langkah kreatif dan inovatif untuk keberlangsungan usahanya.
“Karena itu forum ini ada. Kita berkolaborasi untuk meningkatkan human capital. Di antaranya dengan penciptaan platform yang akan membantu menyelesaikan persoalan UMKM di Indonesia,” ujar Manahan, dikutip dari Kompas.com, Senin (2/3/2020).
2. Pemasaran
Di hadapan ratusan pelaku UMKM, Manahan bertanya, pernahkah mengalami bisnis yang stagnan, tidak rugi namun juga tidak tumbuh optimal? Mendapatkan pertanyaan tersebut, sebagian besar pelaku UMKM menyatakan pernah mengalaminya.
Menurut Manahan, hal tersebut disebabkan karena masalah pemasaran. Secara teori, ada empat strategi pemasaran atau dikenal dengan 4P, yakni product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).
Strategi tersebut, bagi sebagian pelaku UMKM menjadi masalah yang rumit. Dalam forum inilah, persoalan pemasaran akan coba dipecahkan bersama-sama.
“Setelah ada platform mungkin ada yang bingung, terus ini (platform) diapain? Untuk menjawab itu ke depan akan ada klinik untuk membantu memecahkan persoalan UMKM. Semuanya gratis,” ungkap Manahan.
3. Modal
Persoalan yang sering dikeluhkan adalah modal dalam bentuk pendanaan. Ada kalanya pelaku usaha tidak menjalankan business plannya karena masalah dana.
Eri Nurjaman, Ketua Bidang Usaha Mikro dan Fasilitasi UKM, Dinas Koperasi UKM Kota Bandung mengungkapkan, pemerintah berupaya memfasilitasi kebutuhan pelaku UMKM. Misalnya dengan memfasilitasi sertifikasi halal.
Dia menjelaskan bahwa saat ini jumlah UMKM di Kota Bandung mencapai 6.249. Dari jumlah tersebut, sebanyak 400an UKM tengah difasilitasi sertifikasi halal.
“Biasanya butuh Rp2,5 juta untuk pengurusan sertifikasi halal. Kami menggratiskannya untuk 100 UKM tidap tahun,” tuturnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...