Jack Ma Pensiun dari Alibaba Group

9

SERIKATNEWS.COM – Jack Ma, pemilik Alibaba Group memutuskan pensiun mulai hari ini, Selasa (10/9/2019) dari raksasa yang telah dibangunnya. Sebelumnya, Jack Ma telah memilih langsung penerus yang akan memimpin manajemen Alibaba.

Hari ini, Jack Ma (tepat berusia 55 tahun) menggelar pesta perpisahan di stadion olimpiade berkapasitas 80.000, Hangzhou Olimpic Sports Center dengan iringan musik dan pertunjukan. Para peserta berharap akan mendapatkan sinyal perjalanan Alibaba selanjutnya di bawah kepemimpinan Daniel Zhang.

Zhang yang berbicara dengan lemah lembut berbeda dengan Ma yang memiliki gaya flamboyan dan kepemimpinan karismatik. Ma pun menjadi pengusaha China paling terkenal sejak mantan guru bahasa Inggris ini membangun Alibaba 20 tahun lalu di sebuah apartemen kecil di Hangzhou, China timur.

“Zhang memiliki logika dan keterampilan berpikir kritis komputer super, komitmen pada visinya, keberanian untuk sepenuh hati mengambil model bisnis dan industri di masa depan,” kata Ma ketika mengumumkan penunjukan pada tahun 2018 lalu.

Salah satu tantangan terbesar Zhang adalah menemukan area pertumbuhan baru di tengah sektor e-commerce China yang mulai matang. “Jika Alibaba berniat menemukan inovasi baru atau tren, akan lebih sulit daripada sebelumnya,” kata Liu Yiming, analis 36kr, perusahaan penerbitan teknologi China seperti dikutip Reuters.

Dikutip dari Kontan, pada semester pertama 2019, penjualan ritel online China naik 17,8%, hampir separuh dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 32,4%. Pekan lalu, Alibaba mengumumkan investasi US$ 2,7 miliar di platform ritel mewah Kaola dan perusahaan streaming musik.

Jack Ma mengumumkan rencana pengunduran diri pada tahun lalu. Rencana ini dianggap tidak biasa, karena jarang ada pendiri perusahaan teknologi yang besar dan transformatif untuk pensiun dini.

Baca Juga:  Suhairi, Kisah Relawan Heroik Jokowi Dari Sukabumi

Di bawah kepemimpinan Ma, Alibaba telah tumbuh menjadi perusahaan tercatat paling bernilai di Asia, dengan kapitalisasi pasar saat ini sebesar US$ 460 miliar. Alibaba mempekerjakan lebih dari 100.000 orang, dan telah berkembang menjadi layanan keuangan, komputasi awan, dan kecerdasan buatan.

Ketika Ma menyampaikan pidato perpisahannya, investor ingin mendengar bagaimana dia akan terlibat dalam manajemen dan apakah dia akan terus mengarahkan strategi perusahaan. Ma mengatakan bahwa dia akan terus menjadi mentor manajemen.

Setelah pengunduran dirinya, Ma, pria terkaya Tiongkok dengan kekayaan bersih US$ 38,4 miliar menurut hitungan Forbes, akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk filantropi dan pendidikan. Namun dia akan tetap menjadi anggota kemitraan Alibaba, sebuah kelompok pemerintahan yang terdiri dari 38 individu yang terpisah dari dewan direksi.

Meski kisah keberhasilan Ma telah menjadi legenda di China dan memberinya status hampir seperti pemujaan, dia juga mencatat beberapa kemunduran yang perlu diperbaiki oleh Zhang.

Ma berjuang untuk memperluas Alibaba secara internasional. Alibaba gagal mengakuisisi MoneyGram, penyedia pengiriman uang yang waktu itu ditawar US$ 1,2 miliar dari MoneyGram.

Pasar Taobao yang juga merupakan anggota Alibaba Grup dituduh sebagai surga bagi produk palsu oleh penjual barang mewah di luar negeri. Taobao masuk dalam daftar pasar dengan reputasi buruk di Amerika Serikat. Taobao masuk daftar ini karena dianggap melanggar kekayaan intelektual Amerika, yang juga menjadi sumber utama gesekan dalam perang dagang antara AS dan China.

Ma juga membuat marah dan memicu debat nasional tentang budaya kerja di China awal tahun ini ketika ia mendesak karyawan perusahaan teknologi untuk bekerja malam dan akhir pekan.

Meskipun masih harus dilihat bagaimana Alibaba akan dikemudikan oleh Zhang, perayaan pensiun Ma akan menawarkan tontonan dan mungkin kesempatan terakhir bagi Ma untuk menunjukkan kecakapan memainkan pertunjukan. Di acara-acara perusahaan sebelumnya, ia berpakaian seperti Michael Jackson atau seorang punk rocker dan ikut tampil di panggung.