Connect with us

Opini

Jawa Yang Romantis

Published

on

Foto: Dok, Pribadi

Oleh:Danu Pracikal Bulpa

Banyak sumber yang mencoba menjelaskan asal muasal Jawa dan manusianya. JawaDwipa begitulah pulau Jawa dikenal pada masa lalu. Tersebut dalam epik Hindu Ramayan, “ JawaDwipa dihiasi tujuh kerajaan. Ia berupa pulau emas dan perak, kaya dengan tambang emas, ia sebagai salah satu bagian paling jauh dari bumi”.

Claudius Ptolomeus dari Alexanderia seorang ahli bumi Yunani pada abad ke-2 Masehi menuliskan cerita tentang pulau Jawa dengan nama Jabadibur dengan gambaran yang hampir serupa pada epik Hindu Ramayana, Pulau yang sangat kaya, subur dan mengandung emas.

Begitu pula Fa Hien, Gunawarman, Ibnu Batuttah, Marco Polo, bangsa Belanda, petualang Portugis dan ahli perbintangan Arjabhata sepakat mengambarkan Jawa masa lalu sebagai pulau yang kaya dan penuh emas.Hal tersebut wajar karena mereka melihat Jawa sebagai komoditi bukan sesuatu yang romanitis. Padahal roman-roman Javanisme pada tiap sisi dan riwayat lebih menyilaukan dari sebongka emas dan serpihan perak.Pembicaraan tentang Jawa sesungguhnya jauh dari pembicaraan tentang emas dan kesuburan, Jawa pada kejawen menjelaskan manusia Jawa semestinya mengunakan prinsip paparingan Pangeran pada kehidupan ekonomi karena rezaki itu bersifat pininta maka bebathan sedikit banyaknya bukan masalah.

Kejawen meskipun bukan sebuah agama ia adalah kebijakasanaan manusia Jawa yang terkodefikasi dan telah ada semenjak zaman jebunja jauh sebelum Hindu dan Bunda berkuasa. Menjelaskan tentang bagaimana semestinya seoarang Jawa ber-laku kepada dirinya sendiri dan kepada alam. Melalui kejawen kita bisa ketahui bagaimana Jawa menempatkan persaan manusia sebagai unsur yang paling dominan, sesuatu yang sangat romantis.

Penempatan persaan manusia sebagai unsur yang paling dominan itu tersusun secara elegan pada tiap qauli, fi’li dan amali dalam abad berperilaku manusia Jawa. Sekurang lebih itu juga yang dikatakan oleh Mark Woodward dalam buku-bukunya.

Baca Juga:  Kecerdasan Adalah Kunci Keberhasilan dalam Revolusi Industri 4.0

Sikap romantis dalam abad berperilaku manusia Jawa membawa mereka kepada pembentukan karya-karya kesusastraan yang sarat akan pesan-pesan moral yang disampaikan secara simbolik. Memang antara romantis dan simbolik itu bukanlah sesuatu yang dapat dipisahkan. Kecenderungan sikap romantis bisa diukur dari pemahaman terhadap hal-hal simbolik. Begitupula dengan jawa yang romantis dan sarat dengan simbolik pada tiap-tiap karyanya.

Bahkan dalam tataran makrokosmos kehidupan manusia Jawa sekalipun hal romantis adalah suatu yang penting. Perjanjian Giyanti antara Pakubuwana III, Pangeran Mangkubumi dan VOC tidak hanya termotivasi oleh pembagian wilayah kekuasaan dan keberlanjutan pengusaan saja. Melaikan juga mengenai pertimbangan rendahnya nilai beli dan nilai kerja yang bisa diberikan oleh masyarakat keapada pengusa akibat dari konflik yang berkepanjangan sehingga disini diperlukanlah pertimbangan yang romantis terkait kemanusiaan demi tetap eksisnya pemasukan para feodalis.

Jawa yang romantis telah dan tetap ada akan tetapi romantis sering kali berujung pada perzinaan.

*Penulis adalah Mahasiswa Febi UIN Sunan Kalijaga

Advertisement
Advertisement

Terkini

News2 jam ago

BNPB Gunung Semeru Siapkan Tempat Pengungsian Warga

SERIKATNEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menghimbau kepada warga yang pemukimannya tidak jauh dari Gunung Semeru untuk tidak melakukan aktivitas...

News2 jam ago

Deformasi Gunung Merapi Ada 6 Periode

SERIKATNEWS.COM – Sumber tekanan magma di Gunung Merapi Yogyakarta, saat ini berada pada kedalaman 1,3 kilometer di bawah puncak. Hal itu...

Pendidikan2 jam ago

Butuh Protokol Tambahan untuk Sekolah Tatap Muka

SERIKATNEWS.COM – Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama mengatakan bahwa keputusan untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah perlu melibatkan sejumlah...

News6 jam ago

Tak Hadir Saat Dipanggil Penyidik, HRS Muncul di Reuni 212 dan Minta Maaf

SERIKATNEWS.COM – Reuni 212 digelar secara virtual dengan dihadiri oleh puluhan tokoh, baik dari tokoh agama, nasional dan aktivis, Rabu...

Ekonomi9 jam ago

Pengrajin Batik Rahma Yeni Berbagi Ilmu dengan Kaum Perempuan

SERIKATNEWS.COM – Permintaan batik Sampan di Desa Sungai Kasai Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman yang dikembangkan Rahma Yeni semakin banyak....

Hukum11 jam ago

Salah Sasaran, Pendukung Habib Rizieq Geruduk Rumah Ibunda Mahfud

SERIKATNEWS.COM – Puluhan orang mengepung rumah ibunda Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, di Pamekasan,...

Peristiwa12 jam ago

Ratusan Rumah di Jombang Terendam Banjir

SERIKATNEWS.COM – Dua sungai meluap mengakibatkan 474 rumah penduduk Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang terendam banjir. Sebanyak 60 warga setempat...

Populer

%d blogger menyukai ini: