SERIKATNEWS.COM – Tempe merupakan salah satu pangan alami yang sejak dulu hingga sekarang masih dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam manuskrip Serat Centhini Jilid 3, tempe dicatat sebagai makanan yang disajikan oleh Pangeran Bayat untuk Mas Cebolang.
Pada saat itu, Mas Cebolang sedang melakukan perjalanan dari Candi Prambanan, lalu mampir di dusun Tembayat, Klaten. Mulanya, tempe bernama Brambang Jae Santen Tempe.
Kata tempe sendiri merupakan bahasa Jawa kuno, “Tumpi”. Artinya, makanan berwarna putih.
Dilansir dari Rumah Tempe Indonesia, Senin (07/08/2023), tempat diperkiraan sudah diproduksi mulai sebelum abad 16. Dahulu ada beberapa tempe yang hanya dikenal masyarakat Jawa, yaitu tempe Jogja, tempe Banyumas, tempe Malang, dan tempe Pekalonga. Berbeda dengan sekarang yang hampir di setiap daerah terdapat pabrik tempe.
Bahannya yang alami membuat tempe menjadi pangan yang mudah diolah. Melansir Gotravelly, ada sekitar 10 olahan tradisional yang terbuat dari tempe, yaitu:
- Botok tempe
- Tempe penyet
- Tempe bacem
- Tempe orek
- Tempe mendol
- Tempe mendoan
- Godo tempe
- Semur tempe
- Keripik tempe
- Sambal tumpang
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...