Khofifah dan Risma Kompak Hadiri Megengan Akbar

7
khofifah

SERIKATNEWS.COM – Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) dan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya) menghadiri acara Megengan Akbar di kompleks masjid Al-Akbar Surabaya (MAS).

Ratusan jemaah dari Fatayat, pelajar, dan warga setempat hadir dan menikmati apem. Apem merupakan makanan utama acara itu, dan jumlah apem yang disediakan total sebanyak 21 ribu.

“Megeng itu artinya menahan. Jadi orang sudah mulai dibangun untuk masuk Ramadhan menahan, untuk tidak makan tidak minum dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Jadi ini pendekatannya lebih ke sosio-kultural. Kebetulan saja berdekatan dengan Ramadhan, jadi sosio-kultural itu terasa lebih spesial,” kata Khofifah, Surabaya, Jumat (3/5/2019).

Khofifah juga menjelaskan bahwa apem merupakan serapan dari Bahasa Arab yakni ‘afwun’ yang berarti memohon ampun. Menurutnya, permohonan ampun itu dilakukan seseorang kepada sesama manusia sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

“Apem itu berasal dari bahasa Arab yaitu afwun. Jadi, masuk bulan Ramadhan itu orang pada posisi hablumminallah. Dia akan selalui memperbanyak tadarusnya, memperbanyak salat sunnah termasuk tarawih,” imbuh mantan Menteri Sosial itu.

“Nah, apem (Afwun) ini pada hablumminannas-nya bukankah ini sebuah kearifan lokal, yang selama ini turun temurun kita jaga. Jadi, bagaimana sebelum masuk bulan Ramadhan kita bermaaf-maafan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Risma mengaku sangat mengapresiasi acara Megengan. Sebab dengan kegiatan itu, masjid akan lebih ramai dan menjadi tempat belajar mengenai agama khususnya dalam mendidik akhlak anak-anak.

“Ya, saya sangat bersyukur ya. Kebetulan saat itu kan masjid ini saya rasa jauh dengan masyarakat. Tapi alhamdulillah kemudian ada kesepakatan bersama terutama dengan pengurus masjid Insyaallah nanti ke depan akan bisa memakmurkan masjid ini terutama dengan anak-anak kita untuk belajar bagaimana Islam itu,” terang Risma.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Menyapa Pemimpin Negara G20

“Bukan hanya kita sekadar salat 5 waktu bukan juga hanya sekadar membaca alquran tetapi anak-anak juga bisa belajar dengan akhlak yang baik. Jadi enggak ada yang nendang gurunya lagi itu ndak ada yang mukuli gurunya lagi,” imbuh Risma.