Connect with us

Politik

Kiara Nilai Omnibus Law Merugikan Para Nelayan

Published

on

Foto: Antara

SERIKATNEWS.COM – Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) mengatakan bahwa Rancangan Undang-Undang Omnibus Law dapat merugikan dan menimbulkan keresahan di kalangan nelayan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kiara Susan Herawati dalam Seminar Nasional yang bertajuk “Perlindungan Pekerja Perikanan dan Tantangannya Dalam Omnibus Law” di Gedung V Universitas Semarang, Selasa (25/2/2020).

“Pada konteks perikanan, Omnibus Law tidak melibatkan masyarakat, tidakan menjelaskan tentang kesejahteraan, kedaulatan, bahkan kemakmuran masyarakat sehingga apakah masih dibutuhkan untuk pekerja perikanan?” kata Susan Herawati.

Menurut Susan, RUU Omnibus Law hanya untuk kepentingan investasi dalam skala besar dan menjadi karpet merah bagi kapal asing untuk mengambil sumber daya perikanan di perairan Indonesia.

“Mereka dipaksa untuk mengurus perizinan tangkap dimana para nelayan Indonesia 90 persen merupakan nelayan tradisional dan kecil yang selalu menggunakan alat ramah lingkungan. Mereka menyamaratakan antara nelayan kecil, tradisional, besar, dan para investor,” ujarnya.

Susan pun menyayangkan Indonesia belum melakukan ratifikasi Konvensi ILO-188 yang dapat digunakan sebagai payung hukum untuk melindungi para nelayan.

“Sudah dari dua tahun yang lalu hanya masih rencana saja, padahal Thailand sudah melakukan notifikasi, kita tidak membutuhkan Omnibus Law, bukan untuk investor yang besar-besaran, kita butuh negara untuk hadir,” katanya.

Direktur Plan International Indonesia Nono Sumarsono yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan bahwa nelayan merupakan profesi atau pekerjaan menangkap ikan yang berbahaya.

Menurutnya, para awak kapal juga rentan terhadap eksploitasi kerja bahkan perdagangan manusia secara terus menerus. Apalagi informasi pekerjaan pun tidak jelas sejak proses perekrutan.

Sementara itu, Kepala Program Studi Magister Hukum Universitas Semarang Muhammad Junaidi menilai bahwa Omnibus Law memiliki dua sisi, yaitu sisi kelebihan dan kekurangan.

Baca Juga:  Novita, Perempuan Cantik Penuh Integritas, Ajak Mahasiswa Pilih NH

“Kelebihannya adalah cocok diterapkan di negara yang memiliki regulasi tumpang tindih, hyper-regulasi, dan disharmoni serta menciptakan instrumen yang menguntungkan investor,” katanya.

Sedangkan kekurangannya adalah peraturannya tidak dapat jalan di Indonesia yang menggunakan sistem hukum ‘civil law system’ di mana Omnibus Law lebih cocok di negara yang ‘common law’.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Ekonomi4 jam ago

Raksa Nugraha Bukan Sebatas Pengakuan Pelaku Usaha dalam Melindungi Konsumen

SERIKATNEWS.COM – Penghargaan Raksa Nugraha Indonesia Consumer Protection Award (ICPA) bukan sebatas pengakuan atas pelaku usaha yang bertanggung jawab melindungi konsumen....

Sosial4 jam ago

Fokus Lindungi Konsumen, Posisi BPKN Makin Kokoh Setelah Gandeng SMSI

SERIKATNEWS.COM – Kehadiran Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) akan lebih bermanfaat di mata publik. Hal ini terjadi setelah...

Peristiwa13 jam ago

Semeru Level II Waspada, Guguran dan Lava Pijar Terjadi 13 Kali

SERIKATNEWS.COM – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tenggger Semeru (BB TNBTS) memutuskan untuk menutup aktivitas pendakian mulai hari ini, Senin...

Politik14 jam ago

Logo Baru dan Semangat Baru PKS

SERIKATNEWS.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini tampil dengan logo yang berbeda. Tujuannya untuk memikat kelompok milenial dan perempuan....

Opini19 jam ago

Magang, Pengalaman Awal Masuk ke Dunia Kerja

Magang merupakan suatu bentuk pengaplikasian ilmu yang telah mahasiswa dapatkan di bangku perkuliahan kemudian diterapkan di tempat kerja. Selama di...

Pendidikan20 jam ago

Manfaat Magang Bagi Mahasiswa

SERIKATNEWS.COM – Magang profesi merupakan salah satu mata kuliah wajib di Prodi KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal ini bertujuan...

Pendidikan20 jam ago

Mengenali Metode Penulisan Feature di Kala Pandemi

SERIKATNEWS.COM – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan webinar pembekalan praktikum...

Populer

%d blogger menyukai ini: