SERIKATNEWS.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mengunjungi perkebunan kopi Kalisat Jampit milik PT PTPN XII di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (16/7/2019).
Pada kesempatan tersebut, Menteri Rini menyampaikan bahwa PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) harus meningkatkan produksi kopi Arabica, karena kopi ini telah diminati pasar luar negeri.
Menteri Rini melihat proses produksi kopi Arabica, mulai dari pemilihan biji kopi oleh petani hingga proses pengeringan biji kopi dan siap diekspor. Menurutnya, kualitas kopi Arabica milik PTPN XII ini sangat bagus, namun belum menjadi fokus bisnis perseroan.
“Saya tekankan PTPN XII bisa mengonsentrasikan tanaman kopi ini. Karena kopi ini diminati secara internasional. Harganya jauh lebih bagus dibandingkan produksi kopi di PTPN yang lain,” ujar Rini.
Menteri Rini menegaskan proses pemupukan dalam tanaman kopi ini harus dijaga dengan baik. Sehingga, produksi kopi Arabica semakin meningkat dan bisa diekspor ke pasar luar negeri. Untuk saat ini, kopi Arabica milik PTPN XII sudah diminati pasar Amerika Serikat, Eropa dan Arab Saudi.
Per tahunnya, kebun Kalisat Jampit mampu memproduksi 1.000 ton kopi Arabika. Diproduksi dengan pengelolaan budidaya dan diolah secara wash & wet process serta jaminan kualitas Utz Certified, menjadikan kopi Jawa ini sebagai Specialty Arabica Coffee yang telah terdaftar di Amerika dan dikenal dengan Java Coffee Jampit, Java Coffee Blawan, Java Coffee Kayumas, dan Java Coffee Pancoer.
Menteri Rini pun meminta manajemen PTPN XII untuk memfokuskan produksi kopi dan meningkatkan kualitasnya. Dengan demikian, kopi asal Indonesia bisa menjadi primadona di pasar internasional. Selain itu, Rini mendorong agar manajemen turut menyejahterakan para petani kopi. Sebab, para petani kopi memiliki kemampuan untuk memilih biji kopi dengan kualitas terbaik.
“Itu satu hal yang harus dihargai. Karena memilih kopi yang tepat menjadikan harga yang kompetitif,” imbuhnya.
Tak hanya itu, kebun Kalisat Jampit juga sedang disiapkan untuk menjadi salah satu tempat pengembangan sapi perah dan pakan ternak PTPN XII. Pengembangan ini merupakan batu loncatan untuk masuk bisnis turunan lainnya seperti sapi potong, susu segar, keju, dan pupuk organik.
Pengembangan bisnis sapi perah ini sangat bagus didukung potensi besar PTPN XII berupa sumber mata air yang cukup, lahan perkebunan yang luas, serta ketinggian dan iklim yang cocok.
Bisnis tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan nasional serta menambah pendapatan PTPN XII di samping bisnis komoditas utama yakni kopi, kakao, karet, teh serta gula.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...