Connect with us

Opini

Lintas Asian Games dari Bung Karno ke Jokowi

Published

on

Ilustrasi YouTube

Setelah perang Dunia Ke II, sejumlah negara di Asia memperoleh kemerdekaannya dari penjajah yang terlibat pada perang dunia II, akibat lemahnya negara-negara penjajah. Negara – negara Asia tersebut menginginkan kompetisi yang menunjukkan Asia sebagai kekuatan negara baru namun tidak ditujukan dengan kekerasan dan kekuatan Asia diperkuat oleh rasa saling pengertian korban negara penjajahan. Sebagai sesama bangsa yang anti penindasan dan kolonialisme tentu semangat ini dengan tegas diungkapkan oleh Indonesia, Bung Karno meminta Asian Games pertama di Indonesia 1962 tidak mengikut sertakan Taiwan dan Israel.

Perhelatan akbar ajang olah raga yang melibatkan negara – negara seAsia, Asian Games. Dilaksanakan oleh Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) pertama kali pada tahun 1951 di new Delhi India dan perhelatan keempat digelar pada 24 Agustus – 4 September tahun 1962 di Jakarta, Indonesia dibuka oleh Ir.Sukarno bertempat di Stadion Gelora Bung Karno, diikuti 1.460 atlet yang mewakili 17 NOC Asia Multi event ini menampilkan 13 cabang olah raga, atletik, akuatik (renang, loncat indah & polo air), bola basket, tinju, balap sepeda (jalan raya dan trek), hoki, sepakbola, memanah, tenis meja, tenis, bulu tangkis dan gulat. Ada sebanyak 372 medali emas.

Indonesia berusia 17 tahun saat asian games pertama di Indonesia 1962, meski baru ABG diusia remaja Bung Karno menekankan Nasionalismenya yang cukup tinggi tidak ingin Indonesia dicap sebagai negara ABG yang sedang galau. Beliau bertekat membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia sebagai negara besar dan berdaulat. Asian Games 1962 dijadikan alat untuk menyatukan bangsa. Masyarakat dilibatkan untuk menyukseskan, sekaligus dijadikan alat untuk membangun karakter dan bangsa (Nation and Character Building Indonesia).

Baca Juga:  Menyikapi Jargon #2019GantiPresiden

Bung Karno menetapkan Keppres No. 79 tahun 1961 yang isinya adalah semua kegiatan olahraga harus berada dalam satu komando agar bisa dilakukan secara terpimpin, terkendali dan terencana. Oleh karena itu rakyat diikutsertakan, seluruh daya dikerahkan sehingga menjadi satu gerakan massa olahraga.
Selain hal itu, asian games juga digelar sebagai flat form politik Bung Karno yang ingin menciptakan manusia Indonesia yang baru artinya bisa memiliki posisi kuat dan tegak secara fisik dan mental.

“Revolusi olah raga kita adalah sekaligus daripada nation building Indonesia , Revolusi kota membentuk Manusia Baru Indonesia, antropologis adalah sebagian daripada nation building Indonesia”.

Harga diri bangsa Indonesia menjadi tinggi di saat Hanoi mundur sebagai negara penyelenggara Asian Games 2018 akibat ke tidak siapkan dan resesi ekonomi. Jaman presiden Jokowi membuktikan harga diri bangsa yang mampu menyelenggarakan adian games sekaligus membuktikan Indonesia sanggup dan tak ada resesi ekonomi di bumi Nusantara. Asian games ke 18 digelar pada 2 kota, Jakarta dan Palembang akan mempertandingkan 33 cabang olah raga Olimpiade dan 11 cabang olah raga non Olimpiade. Ajang ini akan berdampak kepada pembangunan infrastruktur, meningkatkan pariwisata dan membuka lapangan pekerjaan di Indonesia. Intinya ekonomi Indonesia akan terangkat oleh kegiatan Asian Games sedangkan di sisi lainnya, Indonesia akan lebih terkenal di khalayak dunia. Dimana Asian Games 2018 ini bisa dikatakan sebagai nasional branding, sekaligus bentuk promosi visit Indonesia, mempromosikan budaya dan kekayaan alam Indonesia kepada seluruh dunia.

Advertisement

Popular