SERIKATNEWS.COM – Mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam Universitas Djuanda Bogor melaksanakan kegiatan Kuliah kerja nyata (KKN) bertemakan “Penguatan Ekonomi Masyarakat di Era New Normal Berbasis Syariah”. Tema itu diusung mengingat pada situasi pandemi saat ini telah banyak melumpuhkan sektor ekonomi masyarakat menengah ke bawah, khususnya pelaku usaha kecil menengah.
Dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi, para peserta KKN ikut serta turun ke lapangan guna membantu sekaligus memberikan sumbangsih kerja sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. KKN tersebut dilaksanakan dengan pendekatan lintas sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Programnya digelar di masing-masing domisili mahasiswa karena situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda.
Mahasiswa KKN Kelompok 12 Fakultas Ekonomi Islam Universitas Djuanda Bogor melakukan pengabdian Sosial-Ekonomi Kemasyarakatan di Desa Ciburuy Kabupaten Bogor dengan berbagai program kerja. Salah satunya adalah mengembangkan potensi desa dalam pemanfaatan hasil bumi berupa bambu menjadi kerajinan visual yang bernilai rupiah sehingga nantinya usaha kerajinan bambu ini dapat berkembang dan dapat bermanfaat untuk masyarakat setempat.
Hal tersebut juga sesuai dengan harapan Deden, seorang pengrajin sekaligus penggiat bambu di Desa Ciburuy. “Saya ingin usaha Kerajinan ini berkembang minimal di Desa Ciburuy itu sendiri dan menghasilkan keuntungan baik untuk saya pribadi maupun untuk masyarakat luas,” kata Deden.
Selain perkembangan kerajinan, beliau juga berharap agar mahasiswa dapat bertukar ilmu dan pengalaman sehingga kegiatan ini bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Usaha kerajinan bambu Deden ini merupakan pengolahan bahan mentah bambu menjadi sebuah produk kerajinan yang siap didistribusikan ke level nasional hingga mancanegara. Selain daripada kualitasnya yang baik, hasil kerajinan ini juga memiliki nilai tambah secara estetika maupun fungsional.
Beberapa produk yang telah diproduksi Deden adalah vas bunga, asbak, bingkai, gelas dan teko, serta beberapa bentuk hiasan dinding. “Usaha ini memiliki kendala pada pengrajin itu sendiri dan peralatan produksi yang masih sangat tradisional sehingga belum bisa menerima produksi berskala besar dalam waktu yang singkat,” kata Deden.
“Saya sendiri membutuhkan pengrajin untuk mengembangkan usaha ini khususnya dari Desa Ciburuy terlebih dahulu, namun sayangnya banyak masyarakat desa Ciburuy yang belum mengetahui potensi dari pemanfaatan hasil bumi berupa bambu tersebut,” imbuhnya.
Melihat kondisi tersebut, para peserta KKN kelompok 12 Unida bekerja sama dengan Deden untuk bersama-sama memperkenalkan potensi pemanfaatan tersebut dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat luas.
Para mahasiswa mendapat antusias masyarakat untuk ikut serta dalam mengembangkan potensi desa dengan memanfaatkan bambu sehingga menghasilkan nilai rupiah di masa pandemi. Masyarakat semakin tertarik untuk mengkreasikan bambu ke dalam berbagai bentuk bahkan siap untuk dipasarkan secara online.
Tidak hanya sosialisasi pemanfaatan, mahasiswa juga memberikan sosialisasi terkait strategi penjualan secara online yang hari ini sudah banyak digandrungi masyarakat luas dalam laku jual beli. Ditambah edukasi pentingnya branding produk sehingga dapat tetap sasaran. Dengan demikian, diharapkan masyarakat mampu mengembangkan usahanya dengan maksimal dan siap menghadapi persaingan pasar.
Bagi mahasiswa, meskipun adanya pandemi Covid-19 ini berdampak buruk dan menghambat perekonomian, masyarakat tetap masih bisa bersaing dengan pintar untuk menghadapi Era New Normal. Salah satunya dengan memaksimalkan keahlian dan memanfaatkan Sumber Daya Alam (bambu) serta dikreasikan ke dalam berbagai bentuk yang akan menarik para konsumen.
Selain mendapat antusias masyarakat, Sekretaris Desa Ciburuy, Iwan Setiawan sangat mendukung adanya kegiatan sosialisasi terkait pemanfaatan hasil bumi Desa Ciburuy. Menurutnya, dengan adanya kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa FEI UNIDA tersebut dapat membawa dampak yang positif terutama pada pengolahan bambu yang tidak terpakai dan bisa dibuat menjadi suatu kerajinan visual yang bagus.
Iwan menambahkan, selain untuk menyebarkan informasi yang tepat kepada masyarakat, juga mengajarkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan warga sekitar. “Harapannya dengan adanya kegiatan KKN oleh kelompok 12 FEI UNIDA di masa pandemi ini dapat memberikan manfaat baik bagi masyarakat Desa Ciburuy dan apa yang telah dilakukan oleh para mahasiswa dapat diterima kemudian dijalankan sesuai dengan harapan kita semua dan semoga pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya.
Bertugas sebagai Reporter Serikat News di Malang
Menyukai ini:
Suka Memuat...