Connect with us

Kampus

Mahasiswa Pendidikan Kimia Unimus Produksi Film Pendek

Published

on

Foto: KR Jogja

SERIKATNEWS.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan ekspose kegiatan hasil karya mahasiswa dalam bentuk film pendek. Tim dosen dan mahasiswa nonton bareng 10 film pendek dengan tema “Tak Sempurna Tapi Cinta”.

Acara itu dihadiri sekitar 76 orang yang sebagian besar berasal dari mahasiswa Unimus, ditambah dari jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Unnes dan jurusan perfilman ISI Yogyakarta.

Andari Puji Astuti, selaku dosen penanggung jawab, mengatakan bahwa film-film pendek tersebut merupakan hasil kreativitas mahasiswa semester 5 S1 Pendidikan Kimia Unimus mata kuliah bimbingan konseling. Menurutnya, film tersebut berkisah tentang beragam konflik dan cara menyelesaikannya dengan teknik konseling.

“Film pendek berkisah tentang berbagai macam konflik di sekitar mahasiswa dan cara mengatasinya dengan menggunakan teknik konseling. Kegiatan ini kegiatan rutin untuk mata kuliah bimbingan konseling,” ujar Andari Puji Astuti, Jumat 24/1/2020).

Andari menilai bahwa transfer ilmu pendidikan tidak hanya harus fokus pada materi akademis seperti tertuang dalam buku saja. Namun juga perlu mendorong, membuka pola pikir, wawasan dan paradigma berpikir mahasiswa seluas-luasnya. Mahasiswa juga didorong untuk mengkritisi ragam konflik di sekitar mereka. Ragam konflik terjadi ketika keinginan dan relita di masyarakat tidak sejalan.

“Konflik-konflik misalnya ketika lulus kuliah dan belum memiliki prospek kerja, people pleasure, dikhianati teman dekat, gagal dalam wawancara kerja, salah pilih jurusan, patah hati, berada pada keluarga yang mengalami perceraian, berada dalam toxic relationship, trauma masa lalu, dan hal lainnya yang menyumbang kecemasan dan rasa frustasi dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi penyebab manusia kehilangan diri sendiri,” ujar Andari.

Andari mengatakan bahwa kreativitas dibentuk mulai dari menulis skenario, bimbingan dan validasi teknik konseling kepada ahli hingga akhirnya memproduksi film pendek yang berkaitan dengan materi BK. Dengan kegiatan ini, Andari berharap dapat mengubah paradigma bahwa belajar bisa dilakukan dengan banyak cara.

Baca Juga:  STMIK Kerja Sama dengan Kemenpora Gelar Pelatihan Digital Marketing

Menurutnya, kreativitas dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, salah satunya membuat film pendek. Seperti solusi kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada mata kuliah BK. Penyampaian materi tidak hanya tentang teori namun juga memadukan teknologi dan metode pembelajaran secara variatif.

“Cara penyampaian materi melalui produksi film ini diharapkan dapat mengakomodasi mahasiswa yang memiliki gaya belajar visual, audio dan kinestetikm,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia meyakini pemahaman mahasiswa juga akan terdorong naik karena adanya stimulus dari kegiatan positif tersebut yang akan terbawa juga dalam kegiatan belajar mahasiswa. Tujuan utama kegiatan ini mengajak civitas akademika untuk memahami manusia dengan lebih baik melalui film.

“Kehidupan setiap manusia mungkin tak sempurna, tapi percayalah cinta akan menyempurnakan setiap perjalanan hidup,” tutupnya.

Advertisement

Popular