Memperingati Hari Pahlawan Nasional, PMII UBK dan LKSB Gelar Diskusi Aswaja

23

SERIKATNEWS.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Bung Karno (UBK) bersama Lembaga Kajian Strategis Kebangsaan menyelenggarakan diskusi tentang Ahlussunah Wal Jama’ah (Aswaja) di Aula LKSB Gedung IJW, Jl Proklamasi No 90. Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

Direktur Eksekutif LKSB Abdul Gofur S. IP menuturkan di hadapan puluhan anggota PMII UBK tentang Aswaja secara etimologi atau bahasa terdiri dari tiga kata yaitu Ahlu, As-Sunnah dan Jama’ah. Yang dimaksud dengan As-Sunah adalah apa yang telah diajarkan Rasulullah SAW, sedangkan pengertian Al-Jama’ah adalah segala sesuatu yang telah menjadi kesepakatan para Sahabat Nabi Muhammad SAW pada masa Khulafaurrashidin yang empat telah diberi hidayah (Al-Ghunyah li Thalibi Thariqi Al-Haqq, Juz II., Hal. 80).

“Dasar apa saja sumber hukum Islam yang dipakai oleh aliran Aswaja dalam menentukan hukum Islam adalah sesuai firman Allah SWT (Q. S. An-Nisa:59). Berdasarkan ayat ini, ada empat dalil yang dapat dijadikan pijakan dalam menentukan hukum, yakni Al-Qur’an, Al-Hadits, Ijma’ dan Qiyas,” ucapnya.

Aswaja sebagai sebuah aliran muncul karena adanya respons terhadap aliran Mu’tazilah yang terkesan terlalu rasional sampai menyampingkan Sunnah. Dalam hal ini aliran Aswaja dibagi menjadi dua golongan, di antaranya adalah Asy’ariyyah yang dipelopori oleh Abu Hasan Asy’ari, dan Maturidhiyah yang dipimpin oleh Abu Mansur Al Maturidi. Dan yang menyebar ke Indonesia adalah aliran Asy’ariyyah menjelma menjadi Nahdahul Ulama atau NU yang didirikan oleh Hasyim Asy’ari.

Alumni PMII Universitas Jakarta ini menyebutkan definisi Aswaja yaitu paham yang menganut pola mazhab fiqih yang empat, Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Maliki. Dan konsep dari pemahaman Aswaja yaitu tawasuth, tasamuh, tawazun dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Baca Juga:  PDI Perjuangan: “Pak Jokowi dan Ibu Megawati Satu Kesatuan Kepemimpinan untuk Rakyat”

Ihwan Aman dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut peserta Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) dan sekaligus memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada Minggu 10 November 2019.

ketua Komisariat PMII UBK periode 2019-2020 mengutip istilahnya Soekarno sebagai bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya, dan mudah-mudahan kegiatan ini dapat merefleksikan peristiwa resolusi jihad yang mampu mempertahankan NKRI di tahun 1945.

“Mudah-mudahan dalam momentum ini kita sebagai warga gerakan sekaligus kaum nahdlyin dapat menjadi pengingat kita kembali dengan ijtihad Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari yang disebut resolusi jihad,” tutupnya.