Mempertahankan Tanahnya, Petani Urutsewu Bentrok Dengan TNI

13
Peristiwa bentrok antara warga dengan TNI di Kawasan Urutsewu Kebumen, Jawa Tengah. (Istimewa)

SERIKATNEWS.COM – Bentrokan terjadi antara petani dengan TNI di Desa Brecong, Buluspesantren, Kebumen, Rabu (11/9/2019). Bentrokan terjadi karena para petani berusaha menghalangi TNI yang ingin memagari lahan mereka. Dikabarkan sebanyak 11 warga sipil mengalami luka-luka.

“Jadi tanpa ada surat pemberitahuan puluhan anggota TNI datang. Warga yang sebagian petani langsung mengadang,” kata Nahdliyin untuk Sumber Daya Alam, Umi Nurifah, dikutip dari merdeka.com.

TNI memblokade lokasi. Di sisi lain, warga berusaha menjaga tanah milik mereka. Akhirnya bentrokan terjadi. Puluhan anggota TNI AD yang memakai pakaian lengkap melakukan pemukulan kepada sejumlah warga.

“Warga dikejar sama dipukuli bagian kepala, dada, dan punggung. Ini juga ada kabar terkena tembakan, sedang kami data lagi,” katanya.

Sekretaris Urut Sewu Bersatu, Widodo Sunu Nugroho mengatakan bahwa bentrokan tak terelakan karena bentuk perlawanan petani yang tidak rela lahan pertanian milik mereka dipagar tanpa ada persetujuan.

Selama ini petani memanfaatkan lahan itu untuk bercocok tanam dan kehidupan mereka. Sedangkan pemagaran ini merupakan lanjutan dari program yang dilakukan tentara tahun 2013, berlanjut pada 2015 dan 2019.

“Tiga desa di kawasan Urutsewu yang dilakukan pemagaran, yakni Desa Entak, Desa Brecong dan Desa Setrojenar,” ujarnya.

Usai aksi bentrok, sejumlah petani kemudian melakukan aksi di Kantor Bupati Kebumen. Dalam aksi tersebut, warga diterima Bupati Kebumen Yazid Mahfud.

“Tadi juga ada perwakilan dari BPN. Intinya, bupati meminta agar pemagaran dihentikan dulu. Sedangkan dari pihak BPN meminta dibicarakan dulu,” ujarnya.

Baca Juga:  Innside By Melia Yogyakarta Gelar Donor Darah