Connect with us

Ekonomi-Politik

Menlu RI Bertemu Utusan PBB bahas Repatriasi Rohingya

Published

on

Menlu RI

SERIKATNEWS.COM – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bertemu Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Myanmar, Christine Schraner-Burgener, guna membahas repatriasi Rohingya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Senin (23/9/2019), keduanya membicarakan situasi terkini di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, serta persiapan repatriasi warga Rohingya dari kamp-kamp pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh.

“Kami sepakat bahwa repatriasi yang sukarela, aman, dan bermartabat akan menjadi prioritas,” kata Menlu Retno dalam taklimat media yang disampaikan melalui video dari Kemlu RI, Selasa (24/9/2019).

Selama berada di New York, Christine akan bertemu dengan sejumlah pihak yang terkait dengan isu Rohingya, termasuk dengan Indonesia yang disebutnya telah membantu upaya penyelesaian konflik di Rakhine tanpa megaphone diplomacy.

Salah satu upaya konkret yang dilakukan Indonesia dalam penciptaan perdamaian di Myanmar adalah pembangunan sebuah rumah sakit di Rakhine. Menurut Retno, pembangunan rumah sakit tersebut hampir selesai dan akan segera diresmikan Oktober mendatang.

“Semalam saya bertemu dengan Menlu Myanmar dan Wapres (Jusuf Kalla), kemungkinan kami akan meresmikan rumah sakit itu pada awal Oktober. Tetapi semuanya akan sangat tergantung pada situasi keamanan di Rakhine State,” kata Menlu Retno.

Selain pembangunan rumah sakit, Indonesia juga terus memberikan bantuan berupa program pengembangan kapasitas bagi warga di Rakhine. Sejumlah program, salah satunya dialog antaragama, diinisiasi oleh Indonesia untuk meningkatkan rasa saling percaya antar warga di Rakhine yang terdiri atas beragam etnis dan agama.

“Bantuan ini diberikan dalam konteks mempertebal trust satu sama lain,” kata Retno.

Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan (AHA Centre) juga ikut membantu proses repatriasi para pengungsi Rohingya, dengan fokus pada diseminasi informasi.

Baca Juga:  Caleg Demokrat Ponorogo Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

“Ada kekhawatiran sejumlah pihak mengenai radikalisasi (di Cox’s Bazaar). Karena itu penting bagi kita bekerja sama dengan pemerintah Bangladesh untuk diseminasi informasi. ASEAN melalui AHA Center juga membantu melakukan diseminasi informasi mengenai proses repatriasi,” kata Retno.

Pemerintah Myanmar dan Bangladesh telah menyepakati repatriasi ratusan ribu warga Rohingya dari Cox’s Bazar. Namun hingga kini, sebagian besar warga Rohingya masih belum bersedia dipulangkan atas berbagai alasan, terutama soal status kewarganegaraan dan keamanan. (Antara)

Advertisement

Popular