Connect with us

Sosial

NU Jember Berharap Penyebaran Covid-19 Tidak Kendorkan Semangat Santri

Published

on

Jember
Ilustrasi Santri © Pemkab Jember

SERIKATNEWS.COM – Sekretaris PCNU Jember, Pujiono Abdul Hamid meminta masyarakat tetap waspada dalam menjalani new normal di tengah pandemi Covid-19. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol medis dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Jika protokol medis telah dijalankan secara konsisten, maka tentu angka penderita Covid-19 semakin surut. Kuncinya adalah masyarakat, kita semua. Kalau kita disiplin mematuhi protokol medis, insyaallah penyebaran Cobid-19 bisa dihentikan,” ujar Pujiono di kantor PCNU Jember, seperti dilansir dari NU Online pada Sabtu (6/6/2020).

Menurut Pujiono, mengentaskan pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab masyarakat. Pemerintah dan masyarakat memang memiliki cara kerja yang berbeda dalam menuntaskan pandemi.

“Pemerintah dengan segala perangkat dan infrastrukturnya, melawan Covid-19 dengan peralatan dan kerja-kerja pencegahan lainnya. Sedangkan masyarakat cukup mematuhi anjuran pemerintah, misalnya memakai masker, menjaga jarak, di rumah saja, dan lain sebagainya,” jelas Dosen IAIN Jember itu.

Harapan Pujiono, meskipun jumlah penderita Covid-19 di Jember meningkat, semangat santri untuk kembali ke pondok tidak boleh kendor. Seperti diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sejak Jumat (5/6/2020) telah membuka layanan rapid test gratis bagi santri yang mau kembali ke pondok, baik di Jember maupun dari luar Jember.

Dalam layanan rapid test gratis tersebut, Pemkab Jember menargetkan sebanyak 50 ribu santri bisa di-rapid test sebelum kembali ke masing-masing pondok mereka. Bahkan, Pemkab Jember juga menyediakan transportasi gratis bagi santri yang mau kembali ke pondok.

Sementara itu, dr. Ahmad Multazam selaku Ketua Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU), Jember, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan mempunyai peran besar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Moeldoko: Seni dan Budaya adalah Peradaban Pemersatu Bangsa Yang Harus Kita Rawat

“Makanya kalau kita disiplin, mematuhi protokol medis, dan sebagainya, itu artinya kita mempersempit ruang gerak Covid-19 untuk menyebar,” pungkasnya.

Advertisement

Popular