Connect with us

Peristiwa

Polisi Amankan 95 Travel Gelap Pembawa Pemudik

Published

on

Polisi Amankan 95 Travel Gelap Pembawa Pemudik
Petugas gabungan menggagalkan 95 travel gelap membawa pemudik ke luar Jabodetabek © Antara

SERIKATNEWS.COM – Petugas gabungan berhasil menjaring sebanyak 95 kendaraan yang dijadikan travel gelap untuk membawa penumpang yang ingin mudik ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Kamis (21/5/2020).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan razia ini merupakan Operasi Khusus Penertiban Kendaraan Bermotor yang tidak memiliki izin trayek. Adapun 95 kendaraan yang diamankan tersebut terdiri dari dua unit bus, 40 unit minibus, dan 53 unit mobil pribadi.

Budi mengatakan dalam operasi ini pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk mencegah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dari sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang (Jabodetabek).

“Jadi dalam kegiatan ini kami menemukan masih banyak orang yang berusaha untuk mudik ke daerah. Dari hasil operasi ini berhasil menggagalkan 719 orang yang ingin mudik,” kata Budi Setiyadi dalam keterangan tertulis yang diterima Serikat News, Jumat (22/5/2020).

Menurut Budi, para pengemudi yang terjaring razia akan dikenakan sanksi tilang sesuai Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp500.000 atau kurungan penjara maksimal dua bulan.

“Setelah pengemudi maupun penumpang dicatat datanya dan ditilang, maka akan dipersilahkan kembali. Sementara penumpang akan kami angkut untuk diantar ke Terminal Pulogebang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa travel gelap tersebut menawarkan tarif cukup mahal, seperti ke Brebes atau Cilacap dipatok harga Rp500 ribu per orang. Padahal harga normal ke dua daerah itu hanya sekitar Rp150 ribu.

Menurutnya, berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, sejak operasi ini dijalankan pada 24 April lalu, telah disita sebanyak 377 kendaraan dan berhasil mencegah 2.225 orang yang ingin pulang ke kampung halaman.

Baca Juga:  Sidak Wamendes: Kasus BLT Dana Desa Bisa Jadi Masalah Hukum

“Selama belum ada pencabutan larangan mudik oleh pemerintah, maka operasi ini akan kami lakukan terus untuk mencegah masyarakat bepergian agar mengurangi penyebaran Covid-19,” pungkas Budi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular