PBNU Dorong Rekonsiliasi Nasional di Momen Idulfitri

13

SERIKATNEWS.COM – Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas, mengatakan bahwa secara harfiah Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah, sebagaimana manusia ketika dilahirkan ke dunia oleh ibunya.

“Secara sosial, kembali kepada fitrah berarti hidup harmoni, bersatu, guyup dan rukun di tengah kehidupan masyarakat, baik masyarakat honogen maupun plural. Itulah mengapa di Indonesia ada tradisi halal bi halal, saling melepaskan dan mengikhlaskan segala salah dan khilaf diantara sesama anak Adam,” ujar Robikin, Selasa (4/6/2019).

Menurut Robikin, sangat tepat apabila Idul Fitri menjadi momentun halal bi halal nasional atau rekonsiliasi nasional usai penyelenggaraan pesta demokrasi 2019. Pasalnya, kompetisi meraih simpati masyarakat antar kontestan yang diikuti para tim dan pendukung masing-masing merupakan suatu yang tak terhindarkan.

“Dampaknya, ikatan persaudaraan sesama anak bangsa dan harmoni sosial terlihat mengendor. Karena itu, mari kita jadikan hari raya Idul Fitri 1440 H ini sebagai momentun halal bi halal nasional atau rekonsiliasi nasional,” imbuh Robikin.

Momentum Idul Fitri sebagai rekonsiliasi nasional tidak berarti mengkompromikan perbedaan-perbedaan penilaian dan persepsi mengenai penyelenggaraan dan hasil pemilu yang kini dipersengkatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, publik perlu membiarkan MK menjalankan tugas konstitusionalnya secara independen dan imparsial dan tidak perlu ada yang mengintervensi.

“Di sisi lain, upaya merajut kembali kesatuan dan persatuan sebagai sesama warga negara terus dijalankan sehingga harmoni sosial dirasakan kembali oleh masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan momentum Idul Fitri melalui Halal bi Halal Nasional,” ungkap Robikin.

Robikin yakin bahwa publik akan menaruh rasa hormat setinggi-tingginya kepada segenap komponen bangsa yang turut aktif mewujudkan terlaksananya rekonsiliasi nasional tersebut, baik kepada Pasangan Calon Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga:  IPW: Jajaran Polri Harus Lebih Siaga

“Toh kita percaya, dalam upaya mewujudkan keadilan pemilu melalui pemeriksaan persidangan, MK yang sediakan akan membacakan putusan sengketa pilpres tanggal 28 Juni 2019 tidak akan terpengaruh apabila Halal bi Halal Nasional dilaksanakan,” pungkas Robikin.