SERIKATNEWS.COM – Sejumlah anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam Komunitas Kapal Cinta menunjukkan bakat seninya dan karya masterpiece mereka dipajang di galeri Ciputra Artpreneur. Sebanyak 100 karya dari 9 seniman berkebutuhan khusus dihadirkan di pameran seni Outsider Artpreneur mulai 27 Agustus hingga 8 September 2019.
Kesembilan pelukis berbakat tersebut adalah Oliver Adivarman Wihardja, Raynaldy Halim, Anfield Wibowo, Aqillurachman Prabowo. Dwi Putra, Bima Ariasena Adisoma, Hana Madness, Daya Olivia Korompis, dan Audrey Angesti.
Jika umumnya dikenal dengan istilah Outsider Art, pameran tersebut dimodifikasi menjadi Outsider Artpreneur. Kata Artpreneur sendiri mewakili seni dan entrepreneur.
Apresiasi besar ditunjukkan oleh Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, Rina Ciputra Sastrawinata dengan menghadirkan kurator asal Perancis, Jean Couteau. Ia juga menggandeng seorang seniman terkenal Indonesia, Hanafi untuk membina anak-anak tersebut. Rina menilai, ikut sertanya Hanafi dalam membimbing para peserta pameran agar mereka lebih mengenal aspek seni secara lebih mendalam.
Pembukaan pameran ini menghadirkan pianis klasik tingkat dunia, Ananda Sukarlan yang memainkan 3 karyanya: “Ambilkan Bulan, Bu untuk Menerangi Jakarta” dan dua karya legendarisnya yaitu Rapsodia Nusantara No. 15 dan No. 8. Nomor 15 ditulis khusus untuk pemain dengan disabilitas yang memiliki hanya satu tangan, yaitu tangan kiri. Ini adalah salah satu dari puluhan karyanya yang memang diciptakan untuk pianis dengan kebutuhan khusus. Ananda Sukarlan sendiri didiagnose dengan Asperger’s Syndrome pada usia 28 tahun. Penonton seketika memberikan “standing ovation” setelah ia menyelesaikan nomor terakhirnya yang memukau.
“Seorang dengan bakat musik tapi memiliki keterbatasan fisik tidak boleh menyerah. Ini tanggung jawab kami, para komponis, untuk menciptakan karya yang dapat mereka mainkan tanpa mengurangi kualitas artistik karya itu sendiri”, ujar Ananda Sukarlan saat ditemui di pembukaan Pameran Pasung Kapal Lepas, di Ciputra Artpreneur, Selasa (27/8/2019).
“Sebagai representasi pusat seni, saya mendorong agar Outsider Artpreneur 2019 ini mampu menjadi sebuah selebrasi bagi para seniman difabel. Seberasi ini bisa didefinisikan sebagai sebuah panggung untuk memamerkan karya mereka kepada publik,” ujar Rina Ciputra.
Pembukaan pameran pada Selasa malam mengundang animo besar dari masyarakat. Tak hanya masyarakat biasa tetapi juga Direktur Jendral Kebudayaan RI, Hilmar Farid.
“Ketika memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun lalu, Bapak Joko Widodo menyatakan perlu adanya wadah bagi seniman difabel untuk berkarya dan menunjukkan prestasi mereka kepada publik. Kegiatan ini jelas menjawab kebutuhan tersebut,” demikian apresiasinya.
Karya-karya mereka nantinya akan dilelang dan bisa dikoleksi oleh siapa saja. Hasil dari penjualan lukisan tersebut akan dialokasikan untuk program psikososial pemberdayaan pascalepas pasung anak-anak berkebutuhan khusus yang kurang beruntung. Meskipun dalam pelaksanaannya ada sejumlah nominal yang ditargetkan, Hilmar berharap jika pameran tersebut tak hanya semata menargetkan persoalan ekonomi saja.
“Outsider Artpreneur ini memiliki makna yang lebih besar yakni sebuah ruang yang bertujuan untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dalam hal ini adalah seniman berkebutuhan khusus,” pungkasnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...