Connect with us

Opini

Peringatan Keras Untuk Begundal HTI

Published

on

Ilustrasi pembubaran HTI

Jika dibanding pengorbanan para pahlawan ketika mereka memerdekakan negeri ini dengan kita generasi anak republik kini mungkin tak sebanding. Kita hidup dan menghela nafas kemerdekaan, kita hidup nikmat, damai dan bahagia, itu berkat jasa para pahlawan.

Lalu, bagaimana sikap kita ketika negeri ini tengah dirongrong ideologinya, sistem negaranya dan kecintaanya atas Tanah Air? Mereka kaum perongrong melihat negara tengah lemah menghadapi situasi pandemi COVID-19, karenanya dimanfaatkan untuk kemudian menjadi peluang menciptakan distrust atas pemerintah kita. Targetnya pemerintah jatuh dan kondisi menjadi chaos (kacau).

Rongrongan atas nama kewajiban yang tak berdasar seperti memaksa tegaknya khilafah adalah justru mau merusak tatanan yang disepakati oleh para pendahulu yang tegaknya dengan nyawa, harta dan air mata. Merusak adalah sikap dan perbuatan yang dibenci Gusti Allah Swt., lihat surat al-Qoshash ayat 77:

و ابتغ فيما اتك الله الدار الاخرة و لا تنس نصيبك من الدنيا و احسن كما احسن الله اليك و لا تبغ الفساد في الارض. ان الله لا يحب المفسدين

Artinya: Carilah negeri akhirat pada apa yang Allah anugerahkan kepadamu dan jangan kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu, dan jangan kamu membuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang suka berbuat kerusakan.

Dalam terminologi agama merusak sama dengan istilah al-Fasad, orangnya adalah fasid, sedangkan hasil dari perbuatan fasad itu adalah mafsadat, sedangkan kini HTI adalah organisasi terlarang yang tengah merusak tatatan dari kesepakatan para pendiri bangsa ketika mendirikan NKRI dengan landasan konsensus atau kesepakatan (al-Mitsaq).

Bagaimana pun kesepakatan adalah bentuk dari perjanjian, sementara hidup ini adalah perjanjian, jika keluar dari kesepakatan hidup itu artinya penghianatan. Karena itulah penghianatan adalah pokok dari kerusakan.

Baca Juga:  Mengapa Fotografer Ini Tak Tahan untuk Tidak Mengucurkan Air Mata Saat Hendak Menekan Tombol Shutter? Bagaimana dengan Program Jangkau Ahok?

Kita, anak negeri ini punya kewajiban agamis yaitu menjaga dan mewujudkan kemaslahatan. Sebab maslahat adalah bagian dari tujuan diturunkannya syariat agama. Dengan begitu jika memaksa ditegakkanya khilafah hanya sekedar merusak tatanan yang kemudian menyebabkan tidak terlaksananya kemaslahatan maka wajib hukumnya menolaknya. Tegas dan jelas wajib ditolak.

اما المصلحة فهي عبارة في الاصل عن جلب منفعة او دفع مضرة و لسنا نعني بها ذلك فان جلب المنفعة و دفع مضرة مقاصد الخلق و صلاح الخلق في تحصيل مقاصدهم لكننا نعني بالمصلحة المحافظة على مقصود الشرع.

Demikian Hujjatul Islam al-Imam Abu Hamid al-Ghozali (dalam kitab al-Mustashfa, hal: 174) telah menjelaskan ke kita bahwa hidup untuk tegaknya maslahat, dari maslahat itulah tujuan agama berada.

Jelas, khilafah dengan alasan mendasar dan sangat berbahaya karena merusak kemaslahatan beragama dan bernegara dengan sendirinya tertolak dan wajib ditolak.

Negara adalah kepanjangan dari kedaulatan rakyat. Jika rakyat merasa aman, damai serta merasakan kebahagiaannya mrnjadi warga bangsa yang tetap menegakkan kemaslahatan, maka negara tidak boleh ragu untuk ambil kebijakan dan tindakan kongkrit menutup serapat-rapatnya pergerakan mereka HTI yang merusak itu. Adakan LITSUS yang komprehensif dan terus menerus atas pimpinan, anggota dan kader-kadernya untuk kemudian mereka disadarkan dengan pendidikan ideologi negara dan kesadaran bernegara. Kita tunggu niat baik pemerintah.

Pilihan kita tegas melawan apapun dan siapapun yang merusak tatanan kehidupan berbangsa dan beragama kita. Ini Indonesia bukan Suriah!

Advertisement
Advertisement

Terkini

Politik6 jam ago

RUU Pemilu Ciptakan Elektoral Sehat dan Murah

SERIKATNEWS.COM – Komisi II DPR RI menargetkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) bisa diselesaikan pada pertengahan 2021. Harapannya RUU...

Politik12 jam ago

Edhy Prabowo Ditangkap, Luhut Pengganti Sementara Jabatannya

SERIKATNEWS.COM – Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi ad interim Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal...

News19 jam ago

Sayangkan Demo Vandal, Ketua PP Jaktim: UU Ciptaker Penting Demi Majukan Iklim Investasi

SERIKATNEWS– Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Jakarta Timur menggelar kegiatan seminar online bertajuk “Undang-Undang Cipta Kerja dan Polemik Demonstrasi...

News19 jam ago

Generasi Muda Ka’bah Yogyakarta Deklarasi Dukung Suharso Munoarfa Jadi Ketum PPP

SERIKATNEWS– Keluarga besar Generasi Muda Ka’bah Wilayah D.I Yogyakarta mendeklarasikan dukungan kepada H. Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum PPP periode...

Hukum1 hari ago

KPK Resmi Tetapkan Edhy Prabowo sebagai Tersangka Suap

SERIKATNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus suap. KPK menyita...

Hukum1 hari ago

Diduga Korupsi Ekspor Benur, Edhy Prabowo Ditangkap

SERIKATNEWS.COM – Penyidik senior KPK Novel Baswedan turun tangan dalam aksi penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo. Dalam...

News2 hari ago

Projo: Jangan Takut Memilih di Pilkada 2020, Taati Protokol Covid-19

SERIKATNEWS.COM – DPP Projo menyerukan kepada masyarakat agar menyambut Pilkada 2020 dengan bersemangat. Sekretaris Jenderal DPP Projo Handoko mengatakan masyarakat...

Populer

%d blogger menyukai ini: