Connect with us

Potret

Perjuangan Demokrasi Bondan Gunawan dan Gus Dur

Published

on

SerikatNews.com

SERIKATNEWS.COM- Peluncuran Buku Bondan Gunawan berjudul “Hari-Hari Terakhir Bersama Gus Dur” odi Museum Nasional, Rabu malam, Musem Nasional Jln Merdeka Barat Jakarta, (25/7/18.)

Buku terbitan, Penerbitan Buku Kompas (PBK) ini dibedah merujuk pada tema “Demokrasi Politik dan Demokrasi Ekonomi untuk Indonesia Raya” bersama dua pembicara Prof. Dr. Mochtar Pabotinggi dan Dr. Yudi Latief.

Sekilas Biografi tentang Bondan Gunawan, ia adalah seorang Nasionalis sejati, aktif dalam dunia pergerakan di Geraka Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berkuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogyakarta walaupun akhirnya pindah ke Institut Teknik Bandung (ITB) akibat peristiwa G30S/PKI, ia juga mendapatkan curiga-curiga sebagai aktivis pergerkan dan seorang Sukarnois. Beruntungnya ia mendapatkan perlindungan dari Jendral Angkatan Darat Sarwo Edhie sebagai kakak kandungnya.

Dalam buku Hari-Hari Terakhir Bersama Gusdur, ada kutipan menarik dari Almarhum Gus Dur mengatakan bahwa Bondan Gunawan adalah banteng yang berkeliaran diluar habitatnya. Karena latarbelakangnya Kaum Abangan dan bersahabatanya dengan kaum Santri Pesantren.

SerikatNews

Dr. Yudi Latief, Mengucapkan selamat kepada Mas Bondan atas peluncuran buku Hari-Hari Terakhir Bersama Gusdur. Menurut ia buku ini keluar disaat yang tepat, disaat keadaan para Elite Politik ini belingsatan mencari tiket kekuasaan.

Sepintas mengutip perkataan Gus Dur bahwa Bondan Gunawan sebagai Banteng yg berkeliaran karena memiliki afiliasi dan konektivitas. Walaupun ia tumbuh dari stigma-stigma negative kaum nasionalisme Orde Lama, dan juga sebagai seorang yang juga terkoneksi kepada para jendral-jendral Orde Baru walaupun akhirnya ia juga ikut dalam melengserkan Suharto.

Yudi Latief mencoba menyamakan peran Bondan Gunawan dengan H Agus Salim di zaman bergerak, Sama-sama punya afiliasi dan konektivitas luas dalam bergerak. H Agus Salim selalu diterima dimana pun, dalam Serikat Islam dan Partai Liberal Belanda sekali pun.

Baca Juga:  Gibran Rakabuming Raka Bantu Warga Norowangsan

Matan Ketua Unit Kerja Badan Pembina Idelogi Pancasila (BPIP) juga mengatakan, Keadaan Indonesia pasca Reformasi, Demokrasi dipilih karena sebagai sistem yang keburukanya paling sedikit, karena Demokrasi adalah Goverment Peopole, tapi sekarang Demokrasi sedang mengalami dalam dua krisis, yaitu kerisis legitimasi dan krisis efisien.

Bagi Yudi Latief mengutarakan, Politik hari ini hanya semata sebagai alat atau sarana perjuangan jabatan, tetapi politik sebagai polic atau sebuah aturan tidak bekerja hari ini.

Ia mengatakan Demokrasi syndrom atau bisa dibilang kelelahan demokrasi, disebabkan oleh faktor elite yg tidak bertanggng jawab, akhirnya populisme dan menguatnya sayap sayap kanan seperti di Eropa. Karena kelemahan demokrasi itu sendiri.

Buku ini juga dilengkapi kisah-kisah persahabatan Bondan dan Gus Dur yang berjibaku merintis tegaknya Demokrasi di Indonesia, dengan memprakasai berdirinya Forum Demokrasi (Fordem) tahun 1991, perjuanganya bersama diluar pemerintahan, masa transisi menuju Era Reformasi.

Momen 20 tahun Reformasi menjadi saat yang sangat baik untuk merefleksikan potongan-potongan kisah dan perjuangan kita sebagai bangsa selama ini, sembari memberi bekal bagi generasi muda. Ucap Bondan.

Advertisement

Terkini

Olahraga3 jam ago

PSG Siap Naikkan Gaji Kylian Mbappe

SERIKATNEWS.COM РPSG terus berupaya meyakinkan Kylian Mbappe agar tidak pindah klub. Agar sang pemain bertahan, klub Ligue 1 siap memberikan...

News3 jam ago

Makin Mudah dan Cepat, Pengaduan Layanan Kelistrikan Lewat PLN Mobile

SERIKATNEWS.COM- PT PLN (Persero) memberikan kemudahan akses bagi pelanggan untuk menyampaikan pengaduan layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile ataupun Contact...

Olahraga3 jam ago

Penyebab Jadon Sancho Kurang Gacor di MU Menurut Ralf Rangnick

SERIKATNEWS.COM – Manchester United melakukan sebuah transfer besar musim panas kemarin. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu membayar sekitar...

News3 jam ago

Operasikan SPKLU Kedua di Palembang, PLN Dukung Pemprov Sumsel Wujudkan Program KBLBB

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) menambah satu unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU) Demang Lebar Daun di Palembang. Ini merupakan...

News4 jam ago

Kader Gerindra Lombok Utara Tersangka Korupsi, PP Lokra Tagih Komitmen Prabowo Berantas Korupsi

SERIKATNEWS.COM – Koordinator Nasional Persatuan Pemuda Lombok-Jakarta (Koornas PP Lokra) tagih komitmen Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo...

News6 jam ago

Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

SERIKATNEWS.COM – Pemerintah kembali memastikan bahwa ke depan akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di dunia...

News8 jam ago

Lukisan NFT Karya Ridwan Kamil Laku Rp45,5 Juta

SERIKATNEWS.COM – Lukisan NFT (Non-Fungible Token) karya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil laku Rp45,5 juta dalam marketplace NFT, Open Sea....

Populer

%d blogger menyukai ini: