SERIKATNEWS.COM – Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) diperiksa Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.
Pemanggilan dilakukan di Mapolres Cimahi, pada hari Rabu (24/3/2021). Beberapa pejabat KBB tampak hadir di antaranya Bendahara Pengeluaran Dinsos Priyo Nugroho dan Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin Dinsos, Dian Suhartini serta mantan Kepala Dinas Sosial Heri Partomo.
Selain pejabat KBB, pemeriksaan juga dilakukan kepada pihak swasta. Di antaranya direktur Utama PT. Jagat Dirgantara Asep Cahyadinata, Direktur CV. Sentral Sayuran Garden City Yusup Sumarna, dan Mochamad Yasin Akbar, Direktur CV. Jayakusuma Cipta Mandiri.
Pemeriksaan tersebut merupakan tindaklanjut penyidik KPK usai mendatangi rumah Bupati KBB, Aa Umbara hingga kantor dinas di Pemerintah KBB, yakni Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Bandung Barat.
“Dari kedua lokasi (Kantor BKD dan BKPSDM) ditemukan dan diamankan beberapa barang bukti. Ada dokumen dan barang elektronik yang berkaitan dengan perkara,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).
Sejak kedatangan anggota KPK di KBB pada Selasa (16/3), keberadaan Bupati Aa Umbara tidak diketahui. Beberapa agenda kedinasannya juga mendadak kosong. Kassubag Pemberitaan Setda Kabupaten Bandung Barat, Efhi Effendi menyatakan dalam pekan ini tidak ada agenda yang melibatkan bupati.
“Terakhir, beliau menghadiri suatu acara di Dusun Bambu pada Selasa (16/3) atau ketika pertama kali dilakukan penggeledahan KPK. Untuk seminggu ini memang tidak ada agenda bupati,” ungkapnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...