SERIKATNEWS.COM – Desa Torjunan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. Tepatnya 24 Km ke Utara dari kota Sampang.
Menurut sejarah, asal-usul nama Desa Torjunan berasal dari dua kata, yaitu “eatoreh” dan “ajunan”. Artinya, “diberikan ke kamu”. Dari akar kata ini memiliki makna filosofi yang dalam. Kata “eatore ajunan” mencerminkan rasa kerendahatian seseorang dalam menghadapi persoalan harus dipasrahkan kepada seseorang yang mumpuni dalam bidangnya. Hal ini, dipraktikkan oleh masyarakat Torjunan.
Desa Torjunan juga terdiri dari tiga dusun. Yaitu, Dusun Bara’ Saba, Look Leke, dan Sendang. Setiap dusun memiliki kelompok keluarga (Bani) tersendiri. Masyarakat lokal menyebutnya “kampong”. Sehingga arti dusun merupakan suatu wilayah yang terdiri atas sekumpulan kampong.
Penduduk desa Torjunan mayoritas petani. Mulai dari petani padi, cabai, singkong, dan ubi-ubian, karena memang rata-rata tanah yang ada di desa Torjunan subur. Meski ada sebagian tanah yang memang tidak digenangi air pada saat musim hujan atau dalam istilah “bendung”.
Profesi bertani memang tidak meninjau umur. Kendati sudah lanjut usia (Lansia) mereka tetap bertani.
Konon, penduduk Torjunan banyak yang memproduksi genting, tetapi pada tahun 2000 masyarakat yang memproduksi genting satu persatu mulai memilih tidak lagi menekuni usaha gentingnya. Salah satu dari mereka mengaku kendalanya pada akses jalan keluar-masuknya mobil sulit, tidak seperti sekarang.
Sebagian besar mereka mengaku pendapatan tidak begitu besar. Sebab masih membayar buruh agar genting dan beberapa kebutuhan lain bisa sampai ke jalan raya.
Masyarakat Torjunan sekarang sebagian menjadi ASN. Ada juga yang merantau baik keluar kota atau luar negeri agar bisa mencukupi biaya hidupnya.
Kemudian perihal pendidikan di Desa Torjunan pada tahun 90-an sudah mulai ada kemajuan. Utamanya terkait pendidikan jenjang yang lebih tinggi. Banyak para orang tua menyadari betapa pentingnya pendidikan, baik dalam ilmu pengetahuan agama maupun ilmu pengetahuan umum.
Hal ini dibuktikan banyak pemuda dan pemudi Desa Torjunan selepas menyelesaikan pendidikan di desanya, mereka banyak yang keluar kota bahkan ke luar negeri sekalipun untuk melanjutkan pendidikannya.
Jika pengetahuannya semakin mendasar, maka semakin banyak pula kreatifitas yang dihasilkan, sebagai bukti hasil sesuatu yang didapat. Tak ayal para pemuda dan pemudi desa Torjunan membuktikan hal itu. Sebagian pemuda aktif di organisasi kepemudaan (OKP) sehingga bisa memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja dan masyarakat. Misalnya, dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, keterampilan, advokasi, sosial, keagamaan dan kesenian. Sehingga seumpama berbicara soal pendidikan, desa Torjunan mengalami peningkatan yang sangat pesat.
Itulah sekilas tentang Desa Torjunan yang diambil dari pengamatan penulis, dari situasi dan kondisi masyarakat Desa Torjunan yang seperti ini. Semoga partisipasi pemerintah setempat dan masyarakat bisa terus bertambah, membangun Desa Torjunan menjadi desa yang lebih membangun dan maju ke depanya.
Wartawan Serikat News di wilayah Sampang, Madura
Menyukai ini:
Suka Memuat...