Connect with us

Pariwisata

Terjerat Pesona Pantai Paal, Sulawesi Utara

Published

on

Wisata
Dok. Serikat News

Pasir putih, air laut jernih berwarna hijau kebiruan dihiasi deburan ombak besar. Aroma laut begitu kuat namun udara sejuk dari pegunungan tetap semilir berhembus pada pagi hari. Wisatawan yang pernah mencicipi keindahan alam di sini menjuluki pantai Paal adalah Pantai Bali di Sulawesi.

Likupang adalah salah satu destinasi dari 5 super prioritas dalam agenda pembangunan pariwisata Indonesia. Atau merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Salah satu andalan wisata di daerah ini yaitu Pantai Paal. Berjarak 44 km dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Dibutuhkan waktu dua jam waktu perjalanan ke pantai Paal dari kota Manado lewat jalur darat. Untuk mencapainya bisa mengikuti rute jalan Manado-Likupang. Sedangkan dari Bandara Sam Ratulangi bisa dicapai dalam tempo kurang lebih 1,5 jam saja. Desa Marinsow terletak 20 KM dari jembatan dekat pertigaan sebelum Likupang.

Jika sudah melihat Tugu Rusa Marinsow pada pertigaan jalan Likupang-Girian. Susuri saja jalanan ini sampai mendapat petunjuk jalan ke Pantai Paal. Mohon berhati-hati saat berkendara di sini karena suasana alamnya masih asri kadang ada hewan yang hendak melintas atau memang sedang posisi di pinggir jalan.

Kalau dilihat dari Keseluruhan Pulau Sulawesi, Pantai Paal, yang dapat di desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Letak pantai tepat di pucuk Pulau Sulawesi yang berbentuk agak mirip dengan huruf K. Selain Pantai Paal, di daerah Likupang terdapat berbagai obyek wisata bahari seperti Pantai Pulisan dan Ekowisata Bahoi.

Pantai yang menghadap timur ini mempunyai garis pantai +/-1.000m. Walau bukan tempat ideal berenang dikarenakan pantai Paal mempunyai karakter ombak tinggi. Namun pantai ini primadona, ditambah memiliki lingkungan asri dan masih asli.

Baca Juga:  4 Gerbang Ikonik Disiapkan dalam Pengembangan Borobudur

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka jumlah wisatawan mancanegara di Sulawesi Utara tahun 2018 total 122.101. Naik 53 % dibandingkan tahun sebelumnya. Data menunjukkan wisatawan asing dari Negara China tercatat angka tertinggi dibandingkan turis asal Jerman, Amerika Serikat, Singapura, dan Australia.

Desa Marinsow

Untuk mencapai daerah Pantai Paal yang memiliki gelombang tinggi dan berpasir putih diperlukan kendaraan pribadi baik roda empat atau roda dua. Sebelum memasuki area pantai ini para wisatawan akan melewati desa Marinsow yang kerap memelihara babi namun tidak di dalam kandang.

Dilepaskan begitu saja di halaman mereka, sehingga babi-babi itu berkeliaran dengan bebasnya. Babi ini dipelihara mirip anjing, kadang diajak bermain atau sekedar dielus. Jika sedang beruntung akan pemandangan Ibu dengan anak-anak babi sedang bersantai di pinggir jalan seperti penulis sudah alami. Walau babi berkeliaran, masyarakat di sana tetap menjaga kesehatan menurut Hukum Tua Setempat.

Fasilitas

Biaya yang dikenakan untuk memasuki Pantai Paal untuk kendaraan, mobil Rp10.000 sedangkan motor Rp5.000. Sedangkan untuk bus Rp25.000. Mengenai tempat parkir, disediakan tempat yang luas.

Terdapat fasilitas gazebo yang telah dibangun oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Untuk penyewaan gazebo dikenakan Rp200.000 per tempat. Untuk pondok Rp50.000. Fasilitas cuci bilas dikenakan Rp5.000-10.000/orang. Selain itu di sini terdapat berbagai wahana seperti banana boat, menaiki speed boat atau pun perahu kayu.

Biasanya pengunjung ditawarkan untuk membeli berbagai macam pisang goreng. Yang sangat pas untuk dinikmati usai berlarian di pantai. Apalagi sembari memandang laut lepas ditemani suara ombak berkejaran.

Menurut salah satu penduduk setempat, akses jalanan tempat wisata yang mulai tersohor pada tahun 2014 ini berawal dibuat secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Kemudian dibantu oleh pemerintah setempat. Karena akses jalan awalnya kondisi sangat berbatu-batu. Pembangunan dibantu dari uang masuk dari para pengunjung untuk memperbaiki jalan yang tidak sempurna ini.

Baca Juga:  Kemenparekraf Kembangkan Wisata Kesehatan di Indonesia

Saran penulis, datanglah ketika hari kerja. Kondisi pantai di sana bisa benar-benar kosong. Seolah-olah pantai milik pribadi saja. Untuk mendapatkan momen terbaik datanglah pada saat pagi hari, pemandangan pada saat matahari terbit sangatlah indah. Ditunjang juga saat itu udara dari pegunungan masih terasa dingin. Sehingga meminimalisir sengatan terik matahari seperti di pantai-pantai lain umumnya. (***)

Advertisement

Popular