JAKARTA – Penyakit stroke sering kali dikaitkan dengan usia lanjut. Namun, ternyata juga bisa menyerang orang muda. Stroke yang menimpa seseorang di usia muda, jika tidak segera ditangani dengan baik, tidak hanya berpotensi menurunkan kualitas hidup, akan tetapi juga dapat menyebabkan efek jangka panjang yang serius.
Ada beberapa faktor yang bisa memicu stroke pada usia muda, seperti pola makan yang tidak sehat, tingkat stres yang tinggi, dan kurangnya aktivitas fisik, dan tingkat stres yang tinggi. Karena itu, penting untuk memahami bagaimana stroke dapat menyerang pada usia muda dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Dikutip dari laman pafigorontaloutarakab.org, untuk mencegah stroke di usia muda, kita perlu menerapkan pola hidup sehat. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Jaga Berat Badan Ideal
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang merupakan faktor risiko utama stroke. Maka, berat badan ideal penting dijaga sebagai salah satu langkah dalam mencegah stroke.
Untuk mencapai berat badan ideal, perlu menggabungkan pola makan sehat dengan aktivitas fisik yang teratur. Hindari makanan yang tinggi gula, lemak jenuh, dan sodium. Penting berolahraga secara teratur, setidaknya 30 menit setiap hari, untuk membakar kalori dan meningkatkan metabolisme tubuh.
2. Rutin Berolahraga
Dengan olahraga secara teratur, salah satunya manfaatnya adalah mengurangi risiko stroke. Olahraga seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, berenang, atau senam aerobik, dapat membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol baik, dan mengontrol gula darah.
3. Konsumsi Makanan Sehat
Makanan yang tinggi lemak jenuh, kolesterol, gula, dan sodium, sebaiknya dibatasi. Sebaiknya juga menghindari makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman manis.
Sangat dianjurkan untuk banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Makanan-makanan ini kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
4. Berhenti Merokok
Salah satu faktor risiko stroke yang paling signifikan adalah merokok. Zat-zat kimia berbahaya dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko pembekuan darah.
Upayakan untuk berhenti merokok sebagai langkah terbaik untuk mengurangi risiko stroke. Untuk melakukannya, ada beragam program dan terapi yang dapat diikuti dalam rangka berhenti merokok.
5. Kelola Stres
Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu peradangan dalam tubuh, dan pada gilirannya dapat meningkatkan risiko stroke. Untuk itulah, cari cara untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau mendengarkan musik untuk membantu meredakan stres.
6. Kontrol Tekanan Darah dan Gula Darah
Tekanan darah tinggi dan diabetes dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke. Maka, konsultasikan dengan dokter secara teratur untuk memantau tekanan darah dan gula darah. Ikuti pengobatan yang diberikan dan lakukan perubahan gaya hidup yang disarankan oleh dokter.
7. Periksa Kesehatan Secara Rutin
Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting dilakukan untuk mendeteksi dini adanya masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah dapat membantu mengetahui risiko stroke. Pemeriksaan ini juga penting dilakukan untuk mendapatkan pertolongan yang lebih cepat dan tepat.
Jadi, upaya mencegah stroke penting dilakukan sejak dini. Langkah-langkah seperti menjaga berat badan ideal, rutin olahraga, menjalankan pola hidup sehat, bisa dilakukan supaya tidak mengalami stroke di usia muda. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...