RG 98: Edy Rahmayadi Harus Mundur Dari PSSI!!!

251

SERIKATNEWS.COM- Terpilihnya Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumatera Utara pada Pilkada serentak 2018 menyisakan polemik pada kepemimpinan organisasi sepakbola Indonesia PSSI. Pasalnya Edy Rahmayadi sendiri masih menjabat sebagai ketua umum PSSI. Menyikapi hal tersebut Rumah Gerakan 98 meminta Edy Rahmayadi untuk segera meletakkan jabatannya di PSSI.

Sekertaris Jenderal Rumah Gerakan 98, Arif Bawono menyatakan posisi Ketua umum PSSI adalah jabatan penting yang tidak bisa dikerjakan secara rangkap dengan jabatan lain terlebih Gubernur. “PSSI itu organisasi penting, apa jadinya sepakbola Indonesia bila ketua umumnya merangkap sebagai Gubernur? Saya pikir Edy Rahmayadi harus legowo untuk mundur dari jabatan ketua umum PSSI” tegasnya.

Baca Juga: Aktivis 98: Agar Leluasa Bekerja, Jokowi Harus Didampingi Ahli Konstitusi

Arif Bawono juga mengingatkan sepakbola merupakan olahraga yang dicintai masyarakat Indonesia sehingga organisasi yang mengurus harus professional dan jauh dari hal-hal yang berbau politik praktis. “Kita bisa lihat bagaimana sepakbola begitu dicintai oleh masyarakat Indonesia, setiap timnas Indonesia mulai dari senor hingga ditingkatan umur bertanding, stadion selalu penuh, bagaimana masyarakat antusias menonton Piala Dunia yang sedang berlangsung. Apakah mengurus olahraga seperti ini masih bisa main-main? Apalagi jabatan Gubernur adalah jabatan politis, jangan dicampur aduk dong. Lebih baik Edy Rahmayadi fokus untuk melayani masyarakat Sumatera Utara” ungkap Arif.

Senada dengan Arif, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Rumah Gerakan 98, Ignatius Indro menyatakan jika Edy Rahmayadi tidak mau mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI, maka insan sepakbola Indonesia harus segera bergerak hingga PSSI mengadakan Konggres Luar Biasa. “Kalau Edy Rahmayadi tetap ngotot untuk rangkap jabatan, maka seluruh stake holder sepakbola Indonesia harus berfgerak dan menuntut PSSI adakan KLB” tegas Indro.

Baca Juga:  Kepercayaan Publik Kepada Polri Meningkat

Ignatius Indro juga mempertanyakan apa prestasi dari Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI selama ini, sehingga tak seharusnya Edy menyepelekan jabatan ini dengan merangkap jabatan.

“kalau boleh jujur sebenarnya apa prestasi Edy Rahmaydi di PSSI selama ini? Prestasi masih jauh dari harapan, kerusuhan antar supporter masih terjadi, pelaksanaan liga Indonesia juga belum memuaskan, pembinaan usia dini juga tidak berjalan sebagaimana mestinya, lalu apa yang bisa dibanggakan? Ketika tidak rangkap jabatan saja tidak kelihatan hasilnya, apalagi kalau ini dianggap jabatan sambilan.” Tutup Indro.