JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 560 unit pompa stasioner menghadapi potensi banjir rob yang diperkirakan melanda wilayah pesisir hingga 10 November 2025.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengatakan penyiagaan difokuskan pada tujuh titik rawan utama, yakni Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Pasar Ikan, Ancol Marina dan kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Kali Baru, serta Marunda.
Sebanyak 560 unit pompa stasioner disiagakan di 11 kelurahan pesisir seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, dan Ancol. Total kapasitas pompa mencapai 1,2 juta liter per menit, sementara 50 pompa portable turut disiapkan untuk kebutuhan darurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Untuk penyiagaan personel dan peralatan, Dinas SDA telah mengerahkan Pasukan Biru (tim tanggap darurat) secara penuh,” kata Chico dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 6 November 2025.
Chico menjelaskan, upaya pembersihan saluran drainase juga telah dilakukan sejak 22 Oktober sepanjang 15 kilometer. Namun, ia mengakui drainase di Marunda dan Kali Baru masih rawan tersumbat akibat sedimentasi, sehingga pengawasan dilakukan rutin menggunakan drone.
Menurutnya, efektivitas sistem drainase saat ini mencapai 85 persen. Ditargetkan bisa meningkat lagi melalui penerapan sistem polder tertutup di sejumlah kawasan.
Pemprov DKI tidak hanya melakukan langkah fisik. Namun, juga menggandeng BMKG dan TNI Angkatan Udara untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama periode potensi rob.
“Hal ini bertujuan untuk menurunkan intensitas hujan di wilayah utara Jakarta,” ujar Chico. Diharapkan langkah terpadu ini dapat menekan dampak rob dan mencegah genangan parah di kawasan pesisir ibu kota selama periode 5–10 November. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...