Berkat Electrifying Agriculture PLN, Omzet Petani Buah Naga Naik Hingga 3 Kali Lipat
Penulis: Serikat News
Minggu, 15 Agustus 2021 - 17:12 WIB
SERIKATNEWS.COM – Senyum Agus Mulyohadi petani buah naga di Pacet, Mojokerto kian merekah. Keuntungannya naik hingga tiga kali lipat sejak memanfaatkan listrik PT PLN (Persero) melalui program Electrifying Agriculture.
Sebelum menggunakan lampu untuk penerangan di kebun, Agus panen satu kali setahun yaitu sekitar bulan November-Desember. Hasil panennya hanya sekitar 20 ton dari lahan seluas 4,5 hektare (ha). Panen yang terjadi bersamaan dengan para petani lain membuat suplai buah naga melimpah dan harga anjlok. Buah naga saat musim panen dijual dengan harga berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram (kg).
Dengan menggunakan lampu, tanaman buah naga dapat menjalani proses fotosintesis selama 24 jam. Hal inilah yang membuat buah naga di kebunnya dapat dipanen sepanjang tahun. Dengan hasil panen bisa mencapai 60 ton.
“Untuk harga kisaran Rp10.000 hingga Rp25.000 per kg karena di luar musim,” cerita Agus di Mojokerto, Minggu 15 Agustus 2021.
Meski ada investasi di awal pemakaian, namun Agus memastikan biaya itu lebih rendah dari hasil penjualan buah naga.
“Dari pengalaman ini, saya menyarankan para petani buah naga supaya pakai lampu agar bisa memaksimalkan hasil produksinya,” imbuhnya.
Terlebih, selama lebih dari empat tahun menggunakan listrik, keandalan pasokan listrik ke kebun buah naga terjaga oleh PLN. “Alhamdulillah listrik dari PLN sangat bisa diandalkan,” tegas Agus.
Foto: PLN/Serikat News
General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto memaparkan, PLN menawarkan berbagai program kemudahan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Mojokerto. Dia pun menyambut positif sektor pertanian yang menggunakan Electrifying Agriculture.
“Saat ini kami pun memiliki potensi 480 pelanggan sektor pertanian yang terdiri dari sumur sawah, bawang, hidroponik, kebun naga dan kandang ayam dengan total daya 2,14 MVA,” tambahnya.
Selain petani buah naga, PLN juga menerapkan Electrifying Agriculture berupa lampu untuk tanaman bawang dan hidroponik, hingga pompa untuk irigasi persawahan dan tambak udang. Dengan total 690 pelanggan Electrifying Agriculture, konsumsi daya untuk program ini di Mojokerto telah mencapai 1.917.000 kVA.
Electrifiying Agriculture merupakan salah satu komitmen PLN melalui program PLN Peduli, yang mencakup Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini mendorong petani untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan energi listrik.
Foto: PLN/Serikat News
Diharapkan, dengan memanfaatkan energi listrik, pertumbuhan tanaman pertanian akan lebih maksimal. Selain itu, Electrifiying Agriculture juga diharapkan mempermudah pengolahan infrastruktur pendukung pertanian ataupun peternakan dan perikanan.
Total akan ada 54 Program Electrifiying Agriculture yang tersebar di beberapa wilayah kerja PLN se-Indonesia (Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,8 miliar. (*)
JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat sinergi untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sekaligus memperluas
JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki penguatan industri mebel berbasis kekayaan intelektual lewat kolaborasi strategis. Langkah ini dibahas dalam audiensi
JAKARTA – Ekonomi kreatif dinilai sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, diperlukan peran desa dalam pengembangannya sehingga dapat meningkatkan
JAKARTA – Analis keuangan Finex, Brahmantya Himawan, menilai prospek harga emas dan perak memasuki awal 2026 semakin konstruktif. Menurutnya, kombinasi
SERIKATNEWS.COM – Belakangan ini publik diramaikan dengan adanya wacana kenaikan harga BBM Pertalite. Namun demikian, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan,