SERIKATNEWS.COM – Warga turun ke Pantai Seger di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Senin dini hari. Mereka yang datang dari berbagai daerah untuk menangkap cacing laut dalam acara adat Bau Nyale.
Warga bersama keluarga dan kerabat mulai berdatangan ke Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sejak Minggu malam, 20 Februari 2022. Mereka menggunakan motor atau mobil.
Ada yang mendirikan tenda di pinggir pantai dan Bukit Seger. Mereka bermalam di sana untuk menunggu cacing laut yang diyakini sebagai jelmaan putri raja dalam legenda Putri Mandalika muncul sebelum matahari terbit.
Hujan disertai petir dan angin tidak membuat mereka mengurungkan niat. Mereka menunggu nyale yang muncul setiap tanggal 20 bulan 10 dalam penanggalan Sasak.
Ketika cacing laut mulai muncul, warga berduyun-duyun turun ke laut. Lengkap dengan peralatannya, berupa sorok, ember, dan lampu senter untuk menangkap nyale di sepanjang Pantai Seger.
Beberapa pemburu nyale atau cacing laut tidak lupa mengabadikan momen tersebut. Mereka mengambil foto dan berswafoto menggunakan kamera. Ada juga yang menggunakan telepon genggam.
“Alhamdulillah nyale ke luar hari ini,” kata Ida Wahyuni, warga Praya Barat, seperti dilansir Antara.
“Tidak banyak, hanya sedikit, sama seperti hari Sabtu kemarin. Ada juga warga yang dapat banyak kalau dia mencari ke tengah laut,” kata warga Prayat Barat lainnya, Hendri.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa pelaksanaan Festival Bau Nyale di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, diharapkan bisa membangkitkan perekonomian daerah yang terpuruk akibat pandemi.
“Ini motivasi kebangkitan kita, semoga ke depan kegiatan perayaan bau nyale ini lebih maksimal,” katanya dalam sambutan yang disampaikan pada malam puncak Bau Nyale di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Minggu malam.
Dia berharap pelaksanaan tradisi Bau Nyale bisa menghidupkan kembali kegiatan usaha pariwisata di Lombok Tengah maupun Nusa Tenggara Barat. Namun, pihaknya menegaskan agar warga tetap menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak, serta cuci tangan.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri mengatakan bahwa setelah beberapa tahun, tradisi Bau Nyale kembali digelar di Lombok Tengah. Waktu pelaksanaan Bau Nyale, menurutnya ditetapkan dalam musyawarah para tokoh adat dan budaya setempat.
“Puncak Bau Nyale ini ditentukan oleh tokoh budayawan sesuai dengan tanda alam maupun penanggalan Sasak,” kata Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri.
Pihaknya berharap pelaksanaan tradisi Suku Sasak tersebut bisa mendukung pemulihan kegiatan usaha di sektor pariwisata daerah, yang sempat terpuruk akibat pandemi. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...