JAKARTA – Mengonsumsi makanan manis memang menyenangkan, akan tetapi terlalu banyak gula dapat berdampak serius pada kesehatan otak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer.
Bagaimana konsumsi gula berlebihan dapat memengaruhi fungsi otak dan memicu demensia? Berikut penjelasan ilmiahnya:
1. Resistensi Insulin di Otak
Ketika tubuh mengonsumsi gula dalam jumlah besar, pankreas akan memproduksi insulin untuk membantu menyimpan gula dalam sel-sel otot. Namun, jika sel-sel tersebut sudah penuh, mereka menjadi resisten terhadap insulin. Akibatnya, kadar gula dan insulin tetap tinggi dalam aliran darah dan dapat masuk ke otak, menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak dan berkontribusi pada perkembangan demensia.
2. Penurunan Fungsi Kognitif
Dikutip dari pafihulusungaiselatankab.org, kadar gula yang tinggi dalam darah dapat merusak pembuluh darah, termasuk yang ada di otak. Kerusakan ini dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, masalah memori, dan perhatian, serta meningkatkan risiko stroke ringan yang berkontribusi pada berbagai jenis demensia.
3. Peradangan Otak
Asupan gula berlebih dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh dan otak. Ketika tubuh mengubah kelebihan gula menjadi lemak, lemak tersebut dapat melepaskan protein inflamasi yang menyebabkan peradangan. Peradangan ini dapat merusak sel-sel otak dan mengganggu fungsi kognitif, meningkatkan risiko demensia.
4. Pembentukan Plak Beta-Amiloid
Penelitian dari Wake Forest University School of Medicine menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi gula dan kadar glukosa darah dapat memicu akumulasi plak beta-amiloid di otak, yang merupakan ciri khas penyakit Alzheimer. Penelitian ini menyoroti peran saluran kalium sensitif terhadap ATP (KATP) dalam regulasi aktivitas seluler dan produksi beta-amiloid di otak.
Mengurangi konsumsi gula tambahan dan menjaga kadar gula darah dalam batas normal sangat penting untuk kesehatan otak. Dengan memahami dampak negatif dari asupan gula berlebih, kita dapat mengambil langkah preventif untuk menjaga fungsi kognitif dan mengurangi risiko demensia di masa depan. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...