YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta terus memperkuat upaya pembimbingan bagi klien pemasyarakatan melalui program pelatihan keterampilan. Kali ini, Bapas menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Arimbi untuk menyelenggarakan pelatihan membatik bagi 14 klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Purbonegoro, Kamis (16/7/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program pembimbingan kemandirian yang bertujuan membekali klien dengan keterampilan produktif sebagai bekal ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Kelas I Yogyakarta, Tomy Andi Anto, mengatakan pelatihan keterampilan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan agar klien memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini para klien memiliki bekal keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” kata Tomy saat membuka kegiatan.
Kegiatan yang dipandu Kasubsi Bimbingan Kerja Anak, Niken Puspitasari, itu menghadirkan Ketua LPK Arimbi, Sumarni Arimbi, beserta tim instruktur sebagai narasumber. Peserta diperkenalkan pada filosofi batik sekaligus praktik pembuatan batik, mulai dari teknik mencanting, pewarnaan, hingga proses penyelesaian kain batik.
Selain mengajarkan keterampilan teknis, pelatihan juga diharapkan menumbuhkan semangat berwirausaha. Batik dipilih karena memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang tinggi, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai salah satu pusat industri batik nasional.
Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, mengatakan keberhasilan pembimbingan tidak hanya ditentukan oleh proses pendampingan selama masa pembinaan, tetapi juga kesiapan klien untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Menurut dia, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pelatihan kerja, menjadi bagian penting dalam memperkuat program reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan.
“Kami mengapresiasi dukungan LPK Arimbi yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada para klien. Semoga keterampilan yang diperoleh hari ini dapat terus dikembangkan sehingga menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Galih.
Melalui pelatihan ini, Bapas Kelas I Yogyakarta berharap para klien tidak hanya menguasai teknik membatik, tetapi juga memiliki optimisme untuk memulai lembaran baru dengan bekal keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...