Aliansi Bela Garuda untuk Mewujudkan Ukhuwah Kebangsaan dan Kemanusiaan dalam Bingkai NKRI
Penulis: Serikat News
Jumat, 26 Mei 2017 - 17:16 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Yogyakarta, serikatnews.com –Deklarasi Aliansi Bela Garuda (ABG) menyatakan, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai ormas politik yang mencita-citakan pendirian khilafah merupakan gerakan politik yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gerakan Politik HTI mengindikasikan menolak dasar Negara Indonesia. HTI menggerogoti Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara serta tidak menghormati Kebhinekaan.
Bebagai elemen masyarakat Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Bela Garuda (ABG) yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, pemuda nasionalis, dan berbagai tokoh lintas agama mendukung rencana pemerintah melakukan pembubaran ormas HTI sebagai gerakan politik yang berpotensi destruktif dan melahirkan perpecahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“ABG berpandangan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan konsensus final sebagai landasan dan pengikat kehidupan berbangsa dan bernegara. ABG mendorong pembubaran gerakan organisasi politik yang mengatasnamakan Islam untuk mewujudkan kepentingan kelompoknya”, Ujar Ketua PW Ansor DIY, Muhammad Syaifudin (Cak Udin) di Yogyakarta, Jumat (26/5/2017)
Cak Udin menerangkan, perlu adanya pendidikan kritis masyarakat luas untuk dapat membedakan antara gerakan politik yang membahayakan keberadaan NKRI dengan dakwah Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin.
ABG sebagai gerakan lintas organisasi masyarakat mendeklarasikan dukungan penuh terhadap upaya pembubaran HTI untuk menyelamatkan NKRI dengan mewujudkan Ukhuwah Kebangsaan dan Ukhuwah Kemanusiaan.
ABG pun menyatakan sikap di antaranya, menolak HTI dan mendukung Pembubaran HTI oleh pemerintah sebagai gerakan politik yang mengancam dasar Negara Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945. Pihaknya juga ndorong pemerintah dan berbagai elemen bangsa mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mewujudkan Ukhuwah Kebangsaan dan Ukhuwah Kemanusiaan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
ABG juga mendorong agar lembaga pendidikan dan lembaga dakwah mengembangkan pendidikan Islam rahmatan lil ‘alamin melalui kurikulum sekolah dalam bentuk pendidikan nilai budi pekerti, pengajaran akhlak dalam bingkai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan dan Keadilan sosial.
“Kami mendorong Pemerintah melakukan pembersihan birokrasi di semua level lembaga pemerintahan dan pendidikan dari berbagai anasir-anasir HTI yang menimbulkan perpecahan agama, suku dan golongan,” ujar Cak Udin. (Amin/AKF)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang berkedudukan langsung di bawah
PROBOLINGGO – Dugaan ketidakprofesionalan oknum penyidik Polres Probolinggo mencuat saat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justisia Arunakara Indonesia mendampingi korban dugaan
JAKARTA – Dewan Pengurus Nasional Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas
SLEMAN — Kesiapsiagaan penyelenggaraan Pemilu di kawasan rawan bencana menjadi perhatian Bawaslu Kabupaten Sleman. Hal itu mengemuka saat Bawaslu melakukan