Connect with us

Ekonomi-Politik

Indonesia Imbau Penghentian Aksi Sepihak di Timur Tengah

Published

on

Foto: Antara

SERIKATNEWS.COM – Indonesia mengimbau penghentian aksi sepihak atau unilateral yang dinilai melanggar Piagam PBB, termasuk yang terjadi di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB yang dilaksanakan di New York, AS, Kamis (9/1/2020).

Pertemuan dilangsungkan dengan mata agenda “Menjunjung tinggi Piagam PBB untuk Menjaga Perdamaian dan Keamanan Internasional”. Negara-negara yang hadir menggunakan kesempatan itu untuk menyatakan kekecewaan atau imbauan atas perkembangan multilateralisme saat ini.

“Kita memasukkan poin-poin penting di antaranya penghormatan terhadap prinsip-prinsip multilateral, tidak saling menyerang, agar tidak terjadi eskalasi konflik. Kita bicara semua kejadian itu termasuk di Timur Tengah,” ujar Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Dian Triansyah Djani di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (11/1/2020).

Diwakili oleh Wakil Watap RI untuk PBB Muhsin Syihab, dalam pertemuan itu Indonesia menyoroti tiga poin utama, di antaranya penghentian tindakan sepihak yang melanggar Piagam PBB. Sebaliknya, Indonesia mendorong dilakukannya dialog dan penyelesaian perselisihan melalui jalan damai.

Menurut pandangan Indonesia, penggunaan kekuatan tidak pernah menjadi solusi atas suatu konflik. Oleh sebab itu, Indonesia mengirim satu pesan yang jelas agar pihak-pihak yang berkonflik dapat segera menghentikan eskalasi, saling menahan diri, dan memperbarui dialog.

Kemudian, Indonesia mengimbau seluruh negara untuk setia menerapkan Piagam PBB melalui komitmen terhadap multilateralisme.

“Tidak ada negara—tidak peduli seberapa kuat—yang dapat secara efektif mengatasi tantangan global sendiri,” kata Muhsin seperti disampaikan dalam salinan pernyataan RI dalam debat terbuka DK PBB.

Indonesia juga menegaskan bahwa kolaborasi dan dialog yang inklusif dan saling menguntungkan antar negara sangat dibutuhkan untuk membangun multilateralisme.

Situasi keamanan global kembali memanas baru-baru ini pasca terbunuhnya petinggi militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan udara yang dilancarkan AS. Soleimani tewas akibat serangan pesawat tanpa awak AS saat ia berkunjung ke Baghdad, Irak, 3 Januari lalu.

Baca Juga:  Wiranto Minta Daerah Berkolaborasi dan Berinovasi

Pasca kematian Soleimani, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah basis militer AS di Irak pada Selasa (7/1) malam dan Rabu (8/1) pagi. Sedikitnya terdapat 15 rudal yang ditembakkan dari Iran ke basis militer AS di Irak pada Selasa dan sembilan lainnya pada Rabu.

Advertisement

Popular