Kasus Mafia Bola, Mbah Pri Divonis 3 Tahun Penjara

5
Mbah Pri
Ilustrasi: Antara

SERIKATNEWS.COM – Priyanto alias Mbah Pri divonis tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp5 juta subsider satu bulan kurungan penjara dalam sidang lanjutan kasus mafia bola di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan yang digelar di Ruang Cakra, PN Banjarnegara, Kamis (11/7/2019), Majelis Hakim PN Banjarnegara juga menjatuhkan hukuman dua tahun enam bulan penjara dan denda Rp5 juta subsider satu bulan kurungan kepada terdakwa Anik Yuni Artikasari alias Tika, anak angkat dari terdakwa Priyanto.

Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada terdakwa Mbah Pri tersebut sama dengan tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Taupik Hidayat, yakni tiga tahun penjara. Sementara vonis terhadap Tika lebih ringan enam bulan dari tuntutan yang mencapai tiga tahun penjara seperti tuntutan terhadap Mbah Pri.

Menurut Majelis Hakim, hal itu disebabkan adanya perbedaan peran antara terdakwa Mbah Pri dan Anik Yuni Artikasari. Dalam hal ini, terdakwa Mbah Pri bertindak sebagai penyuap, sedangkan terdakwa Tika bertindak sebagai pihak yang mengondisikan atau mengatur pertemuan dengan saksi-saksi lainnya.

Hakim Ketua Belly Helyandi mengatakan bahwa berdasarkan fakta-fakta dalam persidangan, terdakwa Mbah Pri serta Tika secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP dan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap.

“Memutuskan menghukum terdakwa Priyanto alias Mbah Pri dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp5 juta subsider satu bulan kurungan serta menghukum terdakwa Anik Yuni Artikasari alias Tika dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara dan denda Rp5 juta subsider satu bulan kurungan,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemerintah Indonesia Resmi Bubarkan HTI

Usai membacakan putusan, Hakim Ketua Belly Helyandi mempersilakan terdakwa Priyanto dan terdakwa Tika serta Jaksa Penuntut Umum untuk menyatakan apakah akan menerima, mengajukan banding, ataukah pikir-pikir atas putusan tersebut. Hakim Ketua Belly Helyandi pun mempersilakan terdakwa untuk berkonsultasi dengan penasihat hukumnya.

Usai berkonsultasi, terdakwa Mbah Pri dan Tika melalui penasihat hukumnya, Ignasius Kuncoro menyatakan pikir-pikir. Demikian pula dengan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Oleh karena kedua terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir, Hakim Ketua Belly Helyandi memberi kesempatan selama tujuh hari kepada mereka untuk menentukan sikap atas putusan tersebut.