Kasus Mafia Bola, Mbah Putih Divonis 16 Bulan Penjara

7
mbah putih
Ilustrasi: Net

SERIKATNEWS.COM – Dwi Irianto (Mbah Putih) divonis hukuman selama enam belas bulan penjara dalam sidang lanjutan kasus mafia bola yang digelar di Ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019).

Putusan yang dibacakan Hakim Ketua Belly Helyandi tersebut lebih ringan dua bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang diketuai oleh Taupik Hidayat, yakni dituntut hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Hakim Ketua Belly Helyandi mengatakan, berdasarkan fakta-fakta dalam persidangan, terdakwa Dwi Irianto bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melakukan dan menyuruh lakukan sesuatu kepada seseorang yang berlawanan dengan kewenangannya.

“Perbuatan terdakwa bertentangan dengan Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Penyuapan juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama,” katanya.

Sementara untuk dakwaan kedua, Majelis Hakim PN Banjarnegara menyatakan terdakwa Mbah Putih tidak terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang. Terkait dengan hal itu, Hakim Ketua Belly Helyandi memutuskan menghukum terdakwa Dwi Irianto dengan hukuman satu tahun empat bulan penjara dikurangi masa tahanan.

Usai membacakan putusan, Hakim Ketua mempersilakan terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum untuk menerima, mengajukan banding, atau pikir-pikir atas putusan tersebut. “Silakan saudara terdakwa untuk berdiskusi dengan penasihat hukum saudara, apakah akan menerima, mengajukan banding, atau pikir-pikir,” katanya.

Setelah berdiskusi dengan penasihat hukumnya, Mantan anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI ini menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. Demikian pula dengan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir.

Oleh karena terdakwa Mbah Putih maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir, Majelis Hakim PN Banjarnegara memberi kesempatan selama tujuh hari untuk menentukan sikap atas putusan tersebut.

Baca Juga:  Pertanian Tembakau Indonesia: Komoditas Strategis yang Ditinggalkan