Kemah Budaya Kaum Muda 2019

108
Kemah Budaya
Keterangan Foto: Ananda Sukarlan (paling Kiri) bersama Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid (paling kanan) saat bertemu Kepala Staf Presiden, Jendral Dr. Moeldoko (ketiga dari kanan) di kantor KSP

SERIKATNEWS.COM – Kebudayaan yang maju adalah syarat bagi Indonesia untuk melaksanakan misi bangsa serta mencegah radikalisme akibat hilangnya identitas kebangsaan. Maka dari itu, pemajuan kebudayaan harus dilakukan secara terencana dan visioner.

Kebudayaan yang maju bukan hanya memperkaya khazanah seni dan tradisi, tapi juga mencerdaskan generasi Indonesia sehingga kita menjadi bangsa yang kokoh, arif, dan memiliki daya saing yang tinggi.

Oleh sebab itu, Direktorat Jenderal Kebudayaan RI menyelenggarakan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) yang akan dilaksanakan pada 21-25 Juli 2019 di Bumi Perkemahan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan KBKM ini bermaksud untuk menjadi ruang inkubator yang mendorong lahirnya berbagai purwarupa (prototype) dan inisiatif sosial untuk memperkuat upaya pemajuan kebudayaan di berbagai daerah. Upaya pemajuan kebudayaan ini akan berbasis interaksi kreatif antar kaum muda sebagai garda depan (avant-garde) dengan menggunakan pendekatan terpadu di bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics).

Berdasarkan infromasi yang diterima serikatnews.com, peserta KBKM terdiri atas 1.204 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 602 peserta berasal dari seleksi terbuka dan 602 peserta merupakan seleksi dari wakil kabupaten/kota yang telah menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) pada saat KKI 2018.

Rangkaian kegiatan KBKM dibagi menjadi tiga tahap: Pertama, Pra-Kemah (April – 20 Juli 2019). Tahap ini dimulai dengan pembukaan pendaftaran kelompok. Setelah seleksi dilakukan, terpilih 140 kelompok, dan dijalankan proses fasilitasi penajaman gambaran inisiatif menjadi proposal. Keluaran tahap ini adalah proposal yang telah dipertajam melalui proses diskusi dengan fasilitator.

Kedua, Kemah (21 – 25 Juli 2019). Tahap ini dilaksanakan sepenuhnya dalam kegiatan kemah di Prambanan. Proses penjurian akan dilakukan untuk memilih 12 kelompok dengan inisiatif terbaik dari total 140 kelompok yang terpilih untuk berpartisipasi dalam kemah. Keluaran tahap ini adalah model proyek (proposal rinci dan business canvas yang dapat disertai dengan model).

Baca Juga:  Suku Lokal NTB Miliki Cara Belajar Mitigasi Gunung Meletus

Ketiga, Pasca-Kemah (26 Juli – 1 Desember 2019). Tahap ini diawali dengan pemberian dana fasilitasi bagi 12 kelompok terpilih. Dengan dana tersebut dan dibantu oleh fasilitator, setiap kelompok mewujudkan rencananya dalam proposal untuk menghasilkan purwarupa dan/atau aktivasi. Keluaran tahap ini adalah purwarupa atau aktivasi.

Pada saat kemah minggu depan di Prambanan, akan diundang para ahli sebagai pembicara dan pembimbing para peserta, antara lain Dr. Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan), Ananda Sukarlan (komponis & pianis penerima Anugerah Kebudayaan RI dan Diaspora RI Award), serta beberapa pembicara yang merupakan tokoh-tokoh paling terkemuka dalam bidangnya di Indonesia saat ini yang tergabung di Inovator 4.0.

(Baca: https://serikatnews.com/inovator-4-0-wujudkan-gerakan-politikus-progresif-pendidik-dan-wirausahawan-sosial/).

Di antara berbagai aspirasi yang diungkapkan peserta Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 lalu, ada satu aspirasi tentang hubungan antara kekayaan budaya dan Revolusi Industri 4.0. Berangkat dari ide untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui berbagai platform kekinian, kaum muda akan ditempatkan sebagai garda-depan (avant garde) dalam realisasi ide cemerlang yang dipicu oleh lahirnya Revolusi Industri 4.0 ini.