Connect with us

Resensi

Menumbuhkan Cinta Pancasila

Published

on

Judul : Wawasan Pancasila
Penulis : Yudi Latif
Penerbit : Mizan
Cetakan : I, Oktober 2018
Tebal : 315 Halaman
ISBN : 978-602-441-089-6
Peresensi : M Ivan Aulia Rokhman

Sebagai dasar negara, Pancasila sudah selayaknya dipertahankan dan dipelihara. Pertanyaan lantas muncul belakangan ini apakah kesaktiannya masih bisa diandalkan ditengah arus globalisasi dengan beragam ideologi yang memboncenginya? Di sisi lain, penulis juga mengakui ada jurang lebar antara identitas Pancasila dan realitas pembumiannya. Jurang itulah yang menjadi sumber krisis kebangsaan sekarang.

Kehidupan kebangsaan sekarang diliputi cuaca kebatinan dengan megamendung kerisausan, pertikaian, dan penggelapan. Sulit menemukan bintang penuntun yang menerbitkan kesamaan titik temu, titik tumpu, dan titik tuju. Visi kebangsaan ibarat cermin kebenaran yang jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap pihak hanya memungut satu kepingan, lantas memandang kebenaran menurut bayangannya sendiri. Rasa saling percaya pudar dan bhineka warna sulit menyatu.

Merebanknya kekerasan bernuansa agama merupakan kecenderungan pemahaman, penghayatan, dan pengamatan ketuhanan pada sila pertama yang tak berkebudayaan. Penulis pun menganggap pengamatan tersebut tidak memijarkan semangat rahmatan lil alamin (kasih sayang bagi sebagian alam). Modus beragama berhenti sebagai formalisme peribadatan. Tidak ada lagi kemampuan untuk menggali nilai-nilai spiritual dan moral. demikian dengan sila persatuan. Sikap hidup berkedampingan dengan damai dan produktif lewat perdampingan lintas kultural yang seharusnya menjadi kultur kita sebagai bangsa yang plural kini memudar. Kita menghadapi praktik-praktik homogenisasi dan sentralisasi budaya politik. Ada pergaulan yang terhambat sehingga kita terjebak dalam kepompong ras, etnik, agama masing-masing secara ekslusif.

Buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, Wawasan Dasar Ideologi Pancasila, memaparkan wawasan kesejarahan, wawasan konseptual, wawasan yuriudis, wawasan visi dan misi, dan wawasan implementatif. Wawasan Kritik Ideologi Pancasila, memberikan uraisan soal globalisasi, dan kritik ideologi pancasila. Bagian ketiga, Wawasan Pembudayaan Pancasila, membahas kritik sosial, usaha sengaja membudayakan Pancasila, pendidikan sebagai tumpuan pembudayaan, pendidikan karakter, persoalan pendidikan karakter, cita integritas, cita gotong royong, dan cita etos kerja. Dia menganggap judul buku ini sebagai cara pandang dalam memahami hakikat kehidupan kenegaraan dan kebangsaan. Adapun bintang penuntun adalah istilah yang sering disematkan pada Pancasila sebagai panduan dinamis yang memberi arah hidup dalam pembudayaan menjadi Indonesia.

Baca Juga:  Menuntaskan Kekerasan antara Agama dengan Manusia

Demi mempertahankan karakter pancasila sebagai karakter bersama, penulis pun menawarkan pendekatan yang holistik, Pancasila ditempatkan sebagai bintang penuntun yang dinamis dalam merespons dinamika sosial dan global yang kain kompleks.

Advertisement
Advertisement

Terkini

News14 menit ago

BNPB Gunung Semeru Siapkan Tempat Pengungsian Warga

SERIKATNEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menghimbau kepada warga yang pemukimannya tidak jauh dari Gunung Semeru untuk tidak melakukan aktivitas...

News20 menit ago

Deformasi Gunung Merapi Ada 6 Periode

SERIKATNEWS.COM – Sumber tekanan magma di Gunung Merapi Yogyakarta, saat ini berada pada kedalaman 1,3 kilometer di bawah puncak. Hal itu...

Pendidikan59 menit ago

Butuh Protokol Tambahan untuk Sekolah Tatap Muka

SERIKATNEWS.COM – Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama mengatakan bahwa keputusan untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah perlu melibatkan sejumlah...

News5 jam ago

Tak Hadir Saat Dipanggil Penyidik, HRS Muncul di Reuni 212 dan Minta Maaf

SERIKATNEWS.COM – Reuni 212 digelar secara virtual dengan dihadiri oleh puluhan tokoh, baik dari tokoh agama, nasional dan aktivis, Rabu...

Ekonomi8 jam ago

Pengrajin Batik Rahma Yeni Berbagi Ilmu dengan Kaum Perempuan

SERIKATNEWS.COM – Permintaan batik Sampan di Desa Sungai Kasai Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman yang dikembangkan Rahma Yeni semakin banyak....

Hukum9 jam ago

Salah Sasaran, Pendukung Habib Rizieq Geruduk Rumah Ibunda Mahfud

SERIKATNEWS.COM – Puluhan orang mengepung rumah ibunda Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, di Pamekasan,...

Peristiwa11 jam ago

Ratusan Rumah di Jombang Terendam Banjir

SERIKATNEWS.COM – Dua sungai meluap mengakibatkan 474 rumah penduduk Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang terendam banjir. Sebanyak 60 warga setempat...

Populer

%d blogger menyukai ini: