SERIKATNEWS.COM – Mi merupakan makanan Indonesia yang hampir setara dengan nasi. Sama-sama mengandung karbohidrat, dua makanan tersebut amat disukai banyak orang karena mengenyangkan. Karena itu, hampir setiap daerah punya ciri khas mi masing-masing.
Di Wonosobo, terdapat mi ongklok yang memiliki cita rasa berbeda dari mi lainnya. Melansir Goodnewsfromindonesia.id, Minggu (10/10/2023), penamaan makanan ini diambil dari alat memasaknya. Mi direbus menggunakan ongklok, yaitu anyaman bambu berbentuk tabung yang bertangkai dan berlubang di sisinya.
Selanjutnya, mi dicelup-celupkan dalam air mendidih bersama kucai dan sayur kol. Mi ongklok punya campuran cita rasa yang unik. Setelah matang, mi diberi kuah khas yang terbuat dari tepung kanji, ebi, rempah-rempah, gula jawa, serta taburan bumbu kacang dan bawang goreng di akhir.
Tak hanya kuah kental yang gurih dan manis, kenikmatan mi ongklok dilengkapi dengan makanan pendamping yaitu sate sapi, tempe kemul, dan keripik tahu. Harga satu porsinya kurang lebih Rp9.000.
Konon, mulanya makanan pendamping mi ongklok bukan sate daging sapi, melainkan sate saren (darah sapi). Namun, pada tahun 1980 berubah karena pembeli yang beragama Islam tidak mau makan sate saren, dilansir dari Kemdikbud.go.id.
Lantaran keunikan cara memasak dan rasanya, pada tahun 2013, mi ongklok ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia asal Jawa Tengah dengan domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...