SERIKATNEWS.COM – Museum Batik Yogyakarta menyimpan banyak koleksi, mulai dari kain batik, alat serta perlengkapan membatik, yakni wajan, anglo, canting, dan lain-lain. Museum ini didirikan pada tahun 1977 oleh pasangan suami istri, Hadi Nugroho dan Dewi Sukaningsih.
Menurut Javatravel, Rabu 8 Februari 2023, koleksi yang tersimpan dalam museum berjumlah 1219 benda dengan rincian 500 lembar kain batik, 124 canting, 600 jenis cap batik, dan 35 alat membatik, seperti anglo dan wajan.
Sebanyak 500 koleksi kain batik tersebut mempunyai tahun pembuatan yang berbeda, ada yang tahun 1600-an, abad 18, dan abad 19. Motif-motif batik berasal dari beragam wilayah Indonesia, mulai Jawa Tengahan seperti Yogyakarta dan Solo, wilayah pasisiran yaitu Semarang, Demak, Pekalongan, serta Kedungwuni, Cirebon, dan Lasem. Selain itu juga berasal dari wilayah Kulon Progo, Imogiri, Bayat-Klaten, Kebumen, Madura, dan masih banyak lagi.
Tak hanya batik dalam negeri, terdapat pula batik dari Cina karya Oey Soe Tjoen dan karya Van Zuylen dari Belanda yang memunculkan warna-warna baru selain merah dan biru klasik serta garis-garis sederhana dan motif geometris.
Selain batik, museum ini juga menyimpan koleksi kain sulam, di antaranya ialah sulaman berukuran 400cm x 90cm yang pada tahun 2000 mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia sebagai sulaman terpanjang.
Museum ini buka pada hari Senin-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Harga Tiket Masuk untuk umum sebesar Rp30.000/orang. Selain itu, museum juga menyediakan pelatihan membatik seharga Rp90.000/orang.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...