OSO: Liberalisme dan Radikalisme Bisa Menghilangkan Ideologi Pancasila

29
OSO
Ilustrasi: Beritasatu

SERIKATNEWS.COM – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) memimpin sidang bersama DPD dan DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Pada kesempatan ini, OSO mengemukakan bahwa dalam era globalisasi sekarang ini, tantangan terberat bangsa Indonesia adalah merebaknya dua paham besar yaitu liberalisme dan radikalisme. Dua paham ini bisa menghilangkan ideologi Pancasila, bahkan melenyapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Atas nama kebebasan dan demokrasi, dua paham ini telah bergerak secara radikal ke anak-anak ibu pertiwi. Dua paham ini telah masuk ke masyarakat kita dengan mempertentangkan antara Pancasila dan agama,” kata OSO.

Ia menjelaskan, Pancasila sebagai solusi bijak yang telah menjadi konsensus final dikaburkan oleh dua paham tersebut. Jika lengah, tidak mustahil Indonesia akan tereduksi. Menurutnya, Pancasila sebagai filsafat dalam bernegara harus terimplementasi secara terstruktur, sistematis, dan masif pada semua lapisan masyarakat. Mulai dari kalangan elite hingga masyarakat yang bersandal jepit. Mulai dari anak-anak dan remaja, hingga kalangan yang sudah dewasa.

Nation and Character Building harus menjadi bagian dalam upaya peningkatan sumber daya manusia di Indonesia. Dunia pendidikan kita harus selalu melahirkan generasi yang berjiwa Indonesia, berjiwa Pancasila,” tegas OSO.

Dia mengutip pesan presiden pertama Bung Karno yang mengatakan “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

Menurut OSO, pesan Bung Karno tersebut mengingatkan bangsa ini akan tujuan dari pendiri bangsa, yakni: Indonesia dibangun oleh Satu untuk Semua, Semua untuk Satu, Semua untuk Semua.

Baca Juga:  Relawan Kornas-Jokowi Dukung Mendagri Tito Karnavian Terkait Nasib FPI