Connect with us

News

PB Kopri Desak Dishub Semarang Usut Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Kader PMII

Published

on

Foto: Ketua Kopri PB PMII, Septi Rahmawati (Dok, SerikatNews)

SERIKATNEWS.COM – Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) mengecam peristiwa pelecehan yang dialami kader Kopri PMII saat berkunjung ke Semarang.

Kader Kopri PMII berinisial RFS mengalami pelecehan saat hendak menuju Pedurungan dari terminal Mangkang Semarang. Ia mendapatkan perlakuan tak terpuji dari oknum sopir angkot yang dikendarainya.

“Kopri PB PMII tak akan membiarkan kadernya dilecehkan oleh siapapun. Sekecil apapun bentuk pelecehan tersebut, akan kami kawal. Kami mengecam perbuatan tersebut,” kata Ketua Kopri PB PMII, Septi Rahmawati, di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Septi mengatakan bahwa korban kekerasan dan pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada kader Kopri untuk mawas diri dan tidak takut menghadapi kejahatan seksual.

“Jangan pernah merasa sendiri dan takut untuk melaporkannya. Kopri PB PMII bersama kamu yang dilecehkan,” tegasnya.

Adapun Ketua Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Kopri PB PMII, Aida Mardatillah mengatakan pelecehan yang dialami oleh RFS harus mendapat perhatian. Menurutnya, pelecehan terhadap perempuan sering kali terjadi karena pemangku kebijakan tidak sensitif terhadap kasus pelecehan sekseual.

“Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah harus memberi perhatian. Kasus semacam ini terus terulang karena pemangku kebijakan abai,” kata Aida.

Secara khusus, Aida meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Semarang melakukan tindakan secara tegas. Ia meminta dilakukan pengusutan dan lebih selektif memberikan izin serta aktif melakukan kontrol terhadap supir angkot.

“Pelecehan seksual yang terjadi di angkutan umum, disebabkan karena belum adanya prosedur yang memadai dalam menjamin keselamatan penumpang. Seharusnya, perlu ada penyeleksian, seperti tes kepribadian dan kejiwaan, guna meminimalisir potensi kejahatan,” imbuhnya.

Aida juga mengatakan mengenai pentingnya dilakukan pendataan terhadap supir angkutan umum. Sehingga, jika terjadi pelecehan seksual atau kejahatan lain, dapat segera terditeksi.

Baca Juga:  Bawaslu Selidiki Pemasang Spanduk #JkwBersamaPKI

“Karena biasanya, korban tidak akan sempat untuk memfoto pelaku hingga menghafalkan plat nomor mobil,” ujarnya.

Untuk itu, Kopri PB PMII meminta kepada Walikota Semarang, Hendrar Prihadi agar menginstruksikan Dishub menyelesaikan masalah oknum supir angkutan umum yang melakukan pelecehan seksual.

Advertisement

Popular