SERIKATNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pati menutup dua gereja yang menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19. Saat ini masih tercatat ada 22 jemaat yang dinyatakan positif Covid-19 di dua gereja tersebut.
Bupati Pati Haryanto menuturkan bahwa klaster tersebut diketahui setelah 2 pendeta di gereja meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19.
“Setelah kematian dua pendeta pada hari Selasa (8/9/2020) dan Kamis (10/9/2020) lalu, kami melakukan tracing terhadap 35 gereja dan menemukan ada 20 jemaat yang juga positif Covid-19,” ujar Bupati Pati Haryanto.
Haryanto menjelaskah, penyebaran Covid-19 tersebut bermula pada saat pihak gereja mengadakan acara ramah-tamah beberapa waktu lalu.
Saat ini beberapa dari mereka telah menjalani karantina mandiri ataupun di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah.
“Ada pula yang dirawat di rumah sakit. Ada yang isolasi mandiri di rumah atau di Hotel Kencana karena statusnya orang tanpa gejala,” tuturnya.
Menyukai ini:
Suka Memuat...