SERIKATNEWS.COM – Polemik dugaan praktik penggelembungan pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep tampaknya penuh dengan kasak kusuk pengkondisian dan intervensi.
Pasalnya, selain ada dugaan main mata antara Badan Penyuluh Pertanian (BPP) dan Kios Pertanian Makmur Guluk-Guluk untuk meredam soal angka yang melebihi ketentuan HET, pun ada dugaan pengkondisian ke Poktan untuk menyamakan persepsi.
Salah satu anggota Poktan yang enggan namanya diungkap mengatakan bahwa penggelembungan harga di atas HET itu nyata adanya bukan fiktif.
“Mak pas tak parcajeeh ka engkok been lek, cuma karena kita hidup di sebuah sistem yang buruk maka kita juga terseret buruk,” ungkapnya kepada Serikat-News, Jumat (29/3/2024).
“Di rapat kemarin Poktan se Kecamatan Guluk-Guluk satu suara menyatakan menerima penyaluran pupuk subsidi sesuai HET. Padahal sebelum gelar rapat, semua (Poktan) mengeluh berkaitan harga yang dipatok di atas HET,” katanya melanjutkan dengan nada resah.
Alasan tersebut diperkuat dalam pemberitaan sebelumnya, Selasa (25/3/2024) salah seorang anggota kelompok tani yang enggan identitasnya diungkap mengatakan bahwa dirinya merasa heran dengan patokan harga sebagaimana dikeluarkan oleh Kios Pertanian Makmur.
“Heran mas, mak kik larang argenah puthok ye, padahal harga eceran tertinggi sudah ditetapkan, 120 ribu lain motor dan pekerja. Pekerja dan mobil dipatok 200,” katanya.
Menanggapi polemik tersebut, Rofiki, aktivis Parlementer Bumi Sumekar meminta kepada pihak-pihak terkait untuk tegas menindaklanjuti polemik yang terjadi di tataran bawah.
“Pemangku kebijakan utamanya BPP Guluk-Guluk dan sebagainya jangan hanya duduk manis dalam sengkarut persoalan yang dikeluhkan Petani, segera tindaklanjuti,” katanya.
Apabila kejadian itu larut dibiarkan, lanjut aktivis yang getol menyoroti kebijakan publik itu, maka pihaknya bersama anggotanya tidak akan tinggal diam. “Kita siap untuk mengawal polemik ini hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...