SERIKATNEWS.COM – 180 desa di Wonosobo, Jawa Tengah, terkonfirmasi
penularan virus corona baru. Atas kejadian tersebut, satuan tugas pencegahan COVID-19 desa di 15 kecamatan mulai mendatangi hajatan yang berpotensi mengundang keramaian.
One Andang Wardoyo (Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo), menyampaikan betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, terlebih kasus infeksi SARS-CoV-2 sudah terjadi di 180 dari 265 desa di kabupaten itu.
Saat ini satuan tugas (satgas) pencegahan COVID-19 desa di 15 kecamatan bergerak dalam rangka mengedukasi masyarakat secara lebih intensif, termasuk mendatangi potensi-potensi keramaian seperti kegiatan hajatan pernikahan.
Satgas mendatangi langsung rumah warga yang sedang menggelar pernikahan di Desa Wonokampir, Kecamatan Watumalang, Wonosobo.
“Peran satgas desa dalam upaya memutus mata rantai penularan di antaranya adalah memastikan bahwa di titik-titik yang berpotensi menjadi media penularan, seperti keramaian hajatan pernikahan, pihak pemilik rumah telah menyediakan fasilitas seperti tempat cuci tangan bagi tamu, serta penataan tempat yang memungkinkan para tamu menjaga jarak interaksi mereka,” jelas One Andang Wardoyo, selaku sekretaris daerah Kabupaten Wonosobo pada Selasa (13/10/2020).
Andang menegaskan bahwa hal itu penting apalagi sebagian masyarakat sudah mulai melupakan pandemi COVID-19 yang saat ini masih berlangsung.
Mereka harus paham untuk disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker dengan benar, menjaga jarak minimal 1,5 meter dari lainnya, dan sering mencuci tangan dengan sabun (3M).
Disampaikan oleh Andang, di Wonosobo saat ini hanya tinggal 85 desa yang bebas dari paparan virus. Virus tersebut dapat menular melalui tetesan kecil air liur dari batuk atau bersin seseorang.
Peran satuan tugas (satgas) pencegahan COVID-19 desa sangat diperlukan untuk menekan laju penyebaran virus.
Jumlah akumulasi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Wonosobo mencapai 893 orang, dengan rincian 436 orang dalam perawatan, 419 orang dinyatakan sembuh, dan 38 orang meninggal dunia.
“Tugas para pengawas di tingkat desa diharapkan dapat berjalan efektif dan efisien dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya protokol kesehatan,” tutur Andang.
Menyukai ini:
Suka Memuat...