SERIKATNEWS.COM – Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah menciptakan dampak yang sangat besar dalam setiap aspek kehidupan, seperti halnya pembangunan ekonomi. Pandemi Covid-19 secara signifikan memengaruhi cara orang berinteraksi, cara bekerja, cara menjalankan bisnis, mempromosikan dan menjual produk, dan bagaimana proses pembuatan kebijakan dilakukan.
Karena itu, dalam 10th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) “Finding New Sources of Growth to Recover Stronger”, Suahasil Nazara mengatakan Kementerian Keuangan RI terus berupaya menciptakan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 ke depan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ungkapan “pulih lebih kuat” atau Recover Stronger sangat penting. Hal ini menggarisbawahi cita-cita Indonesia yang tidak hanya mengembalikan pembangunan ekonomi ke tingkat sebelum pandemi, tetapi lebih kepada memperkuat fundamental ekonomi untuk mencapai visi Indonesia 2045.
“Kita harus mengamankan tujuan jangka panjang kita untuk berkembang dan menjadi lebih sejahtera. Semangat ini juga sejalan dengan tema Kepresidenan G20 Indonesia pada tahun 2022 Recover Together, Recover Stronger,” katanya, Rabu 01 Desember 2021.
Jalur G20 pada tahun 2022 akan diarahkan pada ambisi dan aksi global untuk pulih bersama dan berinvestasi untuk masa depan yang lebih kuat. Dalam kaitan ini, G20 akan memfokuskan pada aspek kritikal yang meliputi transformasi digital untuk meningkatkan produktivitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia pasca pandemi, dan keuangan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan inklusif.
Mengenai pemulihan yang berkelanjutan dan lebih kuat, terdapat urgensi bagi Indonesia untuk menemukan sumber pertumbuhan baru. Saat ini, masih bergantung pada komoditas mentah untuk mendukung pertumbuhan, sementara nilai tambah dan inovasi masih perlu ditingkatkan.
Menurutnya, isu-isu tersebut telah menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa dekade. Pada saat yang sama, Indonesia memiliki bonus demografis.
“Namun, kita harus bekerja keras untuk memastikan sumber daya manusia kita tidak hanya berlimpah, tetapi juga sehat, terdidik, produktif, dan bahagia,” tambah dia.
Sementara itu, lanskap geografis Indonesia mengharuskan untuk memastikan konektivitas dan inklusivitas. Hal tersebut penting untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam pembangunan.
Dikatakan juga bahwa konektivitas digital sangat penting untuk dipercepat guna memfasilitasi transformasi ekonomi lebih lanjut guna menghindari disrupsi teknologi yang tidak perlu. Melihat aspek-aspek tersebut, kunci yang harus terus dipertahankan Indonesia jelas merupakan reformasi komprehensif untuk memperkuat pemulihan ekonomi lebih lanjut dan meningkatkan pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang.
Karena itu, fokus diskusi AIFED ke-10 kali ini yaitu pilar 4P. Yaitu, Product (Produk), People (Manusia), Place (Tempat), dan Policy (Kebijakan).
“Pemerintah optimis terhadap pemulihan dan transformasi ekonomi kita. Dengan semangat dan optimisme itu, kami akan terus mendorong reformasi untuk meletakkan fondasi yang kuat bagi perekonomian kita untuk lepas landas,” tutup Suahasil. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...